Cuaca di Arab Saudi Sangat Panas, Jamaah Sultra Diingatkan Perbanyak Minum – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Sulawesi Tenggara

Cuaca di Arab Saudi Sangat Panas, Jamaah Sultra Diingatkan Perbanyak Minum

KENDARIPOS.CO.ID — Sepekan lagi, seribuan jamaah calon haji (Calhaj) Sultra akan diberangkatkan bertahap ke Jeddah, Arab Saudi. Persiapan terus dimatangkan panitia haji sebelum tamu-tamu Allah itu ke tanah suci. Salah satu yang dirasakan amat penting adalah mengingatkan jamaah bahwa kondisi di Arab berbeda dengan di tanah air, khususnya di Sultra. Dehidrasi adalah hal yang wajib diwaspadai.

“Suhu di Arab Saudi saat ini sangat tinggi, bahkan bagi orang Indonesia dirasa sangat panas. Berkisar antara 41-49 celcius,” kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Sultra, Hj. Wamasi. Dengan kondisi itu, kata dia, dehidrasi alias kekurangan cairan dalam tubuh harus benar-benar diantisipasi jamaah. Caranya, melakukan persiapan fisik agar tetap fit dan bisa beribadah.

Misalnya, minum air putih yang banyak dan menggunakan sandal saat berjalan meski di sekitar pemondokan. “Di sana (Arab) itu cuacanya beda dengan Indonesia, panas sekali. Dalam manasik kita sudah ingatkan juga jamaah kita soal itu,” ungkapnya. Kejutan suhu ekstrem itu hanya akan dilewati sepekan oleh jamaah. Setelah itu, jamaah diyakini sudah bisa menyesuaikan diri dengan cuaca.

Kabar lain yang penting untuk diketahui oleh jamaah adalah soal jarak pemondokan haji dari Sultra ke Masjidil Haram. Kata Wamasi, ada tiga wilayah yang akan ditempati jamaah Sultra yakni di Jarwal, Mahbasjin dan Syisyah. “Jarak terjauh 4 kilometer, tapi ada satu kloter yang hanya 1 kilometer dari Masjidil Haram,” katanya.

Meski tinggal jauh, pemerintah Saudi Arabia sudah menyiapkan bus untuk mengantar dan menjemput jamaah. Diingatkan agar jamaah tak meninggalkan pondokan tanpa sepengetahuan ketua kloter masing-masing. Sebab, jumlah manusia ada jutaan. Dikhawatirkan ada yang tersesat. “Kita juga sudah sampaikan agar kemana-mana minta izin. Bahkan bisa diantar saja kalau memang ada yang mau ibadah di luar jadwal yang ditentukan,” ujarnya.

Untuk diketahui, pemberangkatan perdana jamaah haji Sultra akan dilakukan 12 Agustus mendatang. Jamaah akan bertolak dari Kendari menuju Embarkasih Makasar. Sehari kemudian langsung terbang ke Jeddah. “Untuk urusan persiapan, semuanya sudah siap. Paspor juga sudah ada. Tinggal dibagikan,” jelasnya

Jamaah kini tinggal menyiapkan kelengkapan pribadi yang akan dibawa ke tanah suci. Beberapa barang yang dilarang yakni benda berupa besi seperti gunting pisau dan lainnya. “Jamaah sudah dikasih tahu semua itu. Rokok boleh, tapi secukupnya untuk pribadi. Sebelum menuju bandara tas jamaah akan diperiksa. Bila ditemukan benda yang dilarang akan dikeluarkan dari tas,” lanjut Wamasi.

Selain itu, jamaah juga dilarang membawa beras atau makanan lainnya. Sebab, di Arab nanti tidak diperbolehkan lagi memasak seperti tahun-tahun sebelumnya. Panitia sudah menyiapkan makan tiga kali dalam sehari. “Jamaah hanya sibuk ibadah disana. Makanannya juga makanan Indonesia yang disiapkan catering,” pungkasnya. (ely)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top