Wajah Kusam Desa di Konut yang Terpapar Usaha Tambang, Laut Kuning, Duit “Diam” Rp 80 Ribu – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Wajah Kusam Desa di Konut yang Terpapar Usaha Tambang, Laut Kuning, Duit “Diam” Rp 80 Ribu

Alat berat salah satu perusahaan tambang di Konut. Foto : Helmin/Kendari Pos.

Ada asa sejahtera yang ditawarkan para pemodal tambang ketika masuk menggerus hutan Molawe, Konawe Utara. Tapi, alih-alih bikin kenyang, alat-alat berat mereka justru bikin masalah.

Helmin Tosuki, Wanggudu

Namanya Sira. Dulu profesinya nelayan. Warga Desa Mandiodo, Kecamatan Molawe, Konawe Utara ini sudah setahun terakhir memilih gantung dayung alias berhenti melaut karena hasil yang ia peroleh tak lagi bisa diharapkan. Ikan di sepanjang pesisir daerah Molawe seperti ogah memakan umpan. Di jaring pun hanya dapat yang kecil-kecil, sulit dijual.

“Lautnya sudah kuning-kuning. Bagaimana ikan mau betah kalau air laut sudah ganti warna, dia lari mi,” keluh lelaki berusia 40 tahunan ini. Perubahan warna air laut itu sudah terlihat setahun terakhir ini. Kata ayah empat anak ini, semua berubah sejak usaha pertambangan beroperasi di wilayah itu. Kampungnya yang dulu damai dan sejuk, kini tak lagi ramah.

“Saya sekarang kerja kumpul-kumpul batu gunung saja. Mau kerja di perusahaan, sulit. Hanya mereka yang “dekat” saja yang dibolehkan,” keluhnya. Ia tak melanjutkan lagi arti kata “dekat” yang ia maksud. Satu hal yang ia yakini, perusahaan tambang datang tidak memberi dampak ekonomi apapun bagi dia dan banyak warga lain. “Justru rusak alam,” imbuhnya.

Kisah Sira ini mulai terjadi sejak tahun 2014 lalu ketika satu persatu perusahaan tambang masuk di Molawe. Hingga kini, kabar yang beredar sudah ada 36 pemodal yang dibolehkan menambang. Bukit-bukit dengan kandungan mineral nikel yang tinggi dibabat. Belantara tinggal kenangan. Kicau burung pagi tak pernah lagi terdengar. Habitat merek dirusak.

1 of 4

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top