Sudah Dilarang, Masih Banyak Guru di Sultra Ajukan Pindah Tugas – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Sulawesi Tenggara

Sudah Dilarang, Masih Banyak Guru di Sultra Ajukan Pindah Tugas

Kepala BKD Sultra, Endang

KENDARIPOS.CO.ID — Komitmen Pemprov Sultra untuk merasionalisasikan jumlah guru di setiap sekolah tengah diuji. Pasalnya, meski sudah diperingati langsung oleh Gubernur Sultra nonaktif Nur Alam beberapa waktu lalu, para guru tak peduli. Padahal kali pertama diangkat menjadi guru, sudah berkomitmen siap ditempatkan dimana saja.

Saat ini surat permohonan pindah masih terus masuk di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sultra. Hal itu diungkapkan Kepala BKD Sultra, Nur Endang Abbas. Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sultra ini mengatakan sejak awal masuknya surat permohonan pindah guru SMA, belum ada satu pun yang diproses. Seharusnya hal itu menjadi acuan bagi guru-guru lain yang memiliki keinginan yang sama. “Masuk terus berkas yang mau pindah. Ada yang mau kembali ke kabupaten. Ada lagi yang mau jadi panwas. Padahal kita sudah katakan sejak awal tidak bisa dulu,” ujar Nur Endang Abbas, Kamis (3/8).

Soal ketegasan itu apakah melanggar hak-hak seorang guru, Endang memastikan tidak ada pelanggaran. Sebab, ia juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Kata dia, pemerintah pusat mendukung kominten daerah itu. “Saya sudah konsultasikan. Itu tidak boleh guru pindah ke profesi lain karena terdaftarnya itu pada kuota guru waktu jadi PNS. Kalau mau pindah, solusinya diberhentikan dulu. Tapi itu tidak memungkinkan itu karena kita justru butuh guru,” papar Endang.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Sultra itu juga mengaku heran kenapa guru-guru ingin pindah. Padahal tingkat kesejahteraan mereka sudah diatas rata-rata dari profesi lain karena adanya sertifikasi. “Kalau kita tanya alasannya, katanya mau menambah wawasan. Itu kan klasik sekali,” sindirnya.

Fenomena banyaknya guru yang ingin pindah juga dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Damsid. “Banyak sekali yang usul. Kita belum bisa izinkan karena kita sedang evaluasi untuk pemerataan guru. Masih banyak sekolah yang rasio guru dan siswa itu tidak seimbang. Utamanya di kepulauan,” jelasnya.

Namun kapan pemerataan itu diumumkan hasilnya, mantan Dekan Fisip UHO ini belum memberi kepastian. “Kita proses dulu. Bukan hal mudah mengatur ribuan orang. Kita juga masih harus koordinasikan dengan gubernur,” tutupnya. (ely/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top