Ukom Avicenna Kendari Meningkat, Profesi Ners Tertinggi – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Edukasi

Ukom Avicenna Kendari Meningkat, Profesi Ners Tertinggi

Wa Ode Ismawati/Kendari Pos
STIK Avicenna Kendari

KENDARIPOS.CO.ID — Tahun 2017, Uji Kompetensi atau Ukom Nasional pada Sekolah Tinggi Kesehatan (STIK) Avicenna Kendari mengalami peningkatan cukup siginifikan. Hal itu berdasarkan persentase hasil pada Program studi (Prodi) profesional sekolah tinggi kesehatan itu, yaitu Profesi Ners, D3 Keperawatan, D3 Kebidanan dan S1 Kesehatan Masyarakat.

Ketua STIK Avicenna Kendari, dr. Marzuki Bantayan, menjelaskan Profesi Ners STIK Avicenna Kendari meraih persentase kelulusan tertinggi, yaitu 39.65 persen. Kemudian disusul empat sekolah tinggi lainnya, yakni Profesi Ners Universitas Gresik 30.4 persen, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Marendeng Majene 23.15 persen, STIKES Nani Hasanuddin 21.6 persen dan Universitas Bakti Indonesia capai 20 persen.

“Artinya, STIK Avicenna mampu menujukkan kualitasnya secara nasional. Ukom dilakukan setelah lolos ujian institusi kemudian boleh mendaftar untuk melaksanakan Ukom yang bersifat nasional. Semakin banyak mahasiswa kita yang lolos, itu tandanya mutu sekolah kita bagus. Apalagi diuji berdasarkan kompetensinya,” ungkap dr. Marzuki.

Selain itu, lanjutnya, D3 Keperawatan sekolah tinggi itu, juga menunjukkan hasil yang cukup baik. Bagaimana tidak, persentase kelulusannya terbaik kedua setelah Poltekes Kendari. Namun nilainya hanya terpaut 0.06 persen saja. Sedangkan untuk D3 Kebidanan justru meraih posisi kelulusan pertama se Sulawesi Tenggara (Sultra). STIK Avicenna memperoleh 54 persen, menyusul Akbid Buton Raya 52 persen, Akbid Permata 50 persen, Akbid Pelita Ibu 42 persen dan Poltekes 23 persen.

“Jika melihat hasil Ukom itu, STIK Avicenna mampu bersaing bahkan unggul dari sekolah kesehatan lainnya. Meskipun kita masih swasta tetapi bisa mengungguli sekolah kesehatan negeri. Tahun depan, kami juga menargetkan lebih meningkat lagi. Minimal naik 10 persen dari hasil tahun ini,” bebernya.

Oleh karena itu, tenaga pengajar maupun mahasiswa, senantiasa didorong untuk meningkatkan kompetensinya. Mahasiswa tidak lagi dibiarkan jalan sendiri, tetapi diberi bimbingan belajar. Setiap dosen harus membimbing lima orang mahasiswa. “Siapa pun yang tidak ikut bimibingan, maka saya tidak akan bolehkan mendaftar untuk ikut Ukom tahun depan,” tegas dr. Marzuki

Menurutnya, Ukom merupakan salah satu bentuk peningkatan mutu SDM. Dengan demikian, lembaga kesehatan dapat menelorkan tenaga kesehatan yang punya kualitas baik. Ukom juga sebagai tolak ukur mutu proses pembelajaran di setiap sekolah tinggi. Hal itu sudah diamanatkan dalam UU 36/2014 tentang Tenaga Kesehatan dan UU 38/2014 tentang Keperawatan.

“Semakin banyak mahasiswa yang lolos, semoga dapat meningkatkan standarisasi kompetensi lulusan Selain itu, standarisasi juga merupakan tuntutan zaman agar dapat berkompetisi di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” tutupnya. (ima/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top