OJK Gencarkan Literasi Keuangan di Baubau – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

OJK Gencarkan Literasi Keuangan di Baubau

OJK Sultra for Kendari Pos
Kepala OJK Sultra, Widodo (memegang microphone), melakukan literasi keuangan pada salah satu kecamatan di Kota Baubau, beberapa waktu lalu.

KENDARISPO.CO.ID — Berdasarkan hasil pantauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, tingkat literasi keuangan masyarakat Bumi Anoa masih minim. Terbukti dengan kurangnya kesadaran untuk memanfaatkan produk maupun layanan industri jasa keuangan baik perbankan, asuransi hingga pasar modal, kendatipun mereka telah paham peruntukannya.

Kepala OJK Sultra, Widodo menyampaikan bahwa literasi keuangan berbicara tentang pengelolaan finansial secara khusus. Ada perbedaan mendasar antara meliterasi dengan mengedukasi.”Mengedukasi adalah membuat orang yang tadinya tidak tahu menjadi tahu. Sedangkan meliterasi ialah membuat orang yang sudah tahu jadi terdorong untuk menerapkan ilmu yang akhirnya membentuk sebuah kebiasaan,” terangnya.

Dengan kata lain, sambung Widodo, ilmu yang sudah diperoleh harus mampu direalisasikan. Misalnya, bagaimana masyarakat memanfaatkan layanan dan produk industri jasa keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Makanya, dalam meliterasi warga, pihaknya melibatkan berbagai industri jasa keuangan mulai Bank Sultra, asuransi hingga Bursa Efek Indonesia Perwakilan Sultra. Dengan begitu, setiap institusi dapat langsung menyampaikan profil serta produk yang dipasarkan. “Minimal manfaatnya untuk apa, hak dan kewajiban nasabah serta risikonya apa,” singkat Widodo.

Semua wajib disampaikan dengan jujur dan lugas agar masyarakat jadi lebih paham dan leluasa memilih produk industri jasa keuangan sesuai kebutuhan. Beberapa waktu lalu, OJK didampingi industri jasa keuangan terjun ke salah satu kecamatan di Kota Baubau, untuk membagikan ilmu pengelolaan keuangan pada masyarakat setempat dan siswa SMP serta SMA.

Jika diambil 100 responden, hanya 26 orang yang paham perbankan, sedangkan produk asuransi dan pasar modal lebih kecil jumlahnya. Saat ini, tingkat inklusi untuk produk perbankan di Sultra baru sekira 68 persen. Target nasional mengatakan bahwa akhir tahun 2019, tingkat inklusi perbankan sudah harus mencapai 75 persen atau masyarakat Indonesia sudah berinteraksi secara maksimal dengan industri jasa keuangan (perbankan).”Sebenarnya aksi literasi keuangan bertujuan meningkatkan inklusi keuangan dan itu adalah tugas kita bersama,” tandas Widodo. (feb/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top