Bersaksi di Sidang, Arbab Sebut Dirinya yang Minta Duit ke Umar Samiun – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Bersaksi di Sidang, Arbab Sebut Dirinya yang Minta Duit ke Umar Samiun

Suasana sidang dugaan korupsi Umar Samiun. Foto : Yogi/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Sidang dugaan suap yang dialamatkan kepada Bupati Buton (non aktif) Samsu Umar Abdul Samiun alias Umar Samiun (US) masih berjalan. Agendanya pun baru tahap pemeriksaan saksi-saksi. Rabu (2/8) giliran Arbab Paproeka dan seorang bernama Daryono yang dihadirkan di depan persidangan. Sedangkan Akil Mochtar, istri dan anaknya yang diagendakan hadir, ternyata berhalangan dengan alasan kesehatan.

Arbab Paproeka adalah mantan anggota DPR RI Dapil Sultra era 1994-1999. Ia adalah kader Partai Amanat Nasional (PAN), yang kini menjadi pengacara di Jakarta. Di depan majelis hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, ia memberikan pernyataan yang menarik. “Sesungguhnya, sayalah yang harus bertanggungjawab dalam masalah ini, karena ihwal perkara ini terjadi karena inisiatif saya,” kata Arbab Paproeka ketika memberi kesaksian.

Untuk menguatkan dalilnya, Arbab menyerahkan akta dari notaris yang berisi tentang pernyataan dirinya yang mengaku mengetahui persoalan tersebut dan dirinya yang layak bertanggung jawab. Akta itu ia ajukan di depan majelis hakim yang dipimpin Ibnu Basuki Widodo. Arbab memang jadi sorotan dalam persidangan tersebut. Pasalnya, pria asal Wakatobi ini disinyalir menjadi pemicu sehingga Umar Samiun mentrasfer uang sebesar Rp 1 M ke rekening perusahaan milik istri Akil Mochtar, Ratu Rita Akil yakni CV Ratu Samagat. Dalam persidangan, Arbab menyatakan persoalan ini tidak akan pernah terjadi jika dirinya tidak meminta uang kepada Umar Samiun.

Pertanyaan terkait kedekatan dan profesi Arbab menjadi pembuka pertanyaan hakim Ibnu Basuki. “Saya kenal (Umar) sebagai sesama kader partai PAN. Saya sekarang berprofesi sebagai pengacara,” jawab Arbab. Ia menambahkan, jika memang uang Rp 1 miliar tersebut menjadi masalah pidana, seharusnya saya yang duduk sebagai terdakwa, bukan Pak Umar Samiun,” kata Arbab.

Ia mengungkapkan bahwa permintaan sejumlah uang kepada Umar merupakan hasil rekayasa dirinya agar mendapatkan keuntungan. Dalam kesaksian dibawah sumpah, Arbab juga mengatakan bahwa Akil Mochtar tidak pernah mengungkapkan persoalan dana khususnya terkait dengan Pilkada Buton. “Kedekatan saya dengan Akil karena kami berteman saat masih di Komisi III DPR RI,” sebutnya.

1 of 3

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top