Polda Sultra Gelar Pelatihan Pengambilan Sampel DNA – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

Polda Sultra Gelar Pelatihan Pengambilan Sampel DNA

Kapolda Sultra, Brigjen Andap Budhi Revianto (berdiri, tengah) saat pembukaan sosialisasi dan pelatihan pengambilan sampel DNA untuk penyidik sekaligus sosialisasi pelatihan DVI, Selasa (1/8). Foto : ADWIN BARAKATI / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — DNA atau Deoxyribo Nucleic Acid (asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika) salah satu elemen penting dalam mendukung kinerja polisi terkait pembuktian forensik. Untuk mendukung kapasitas penyidik, Polda Sultra menggelar sosialisasi dan pelatihan pengambilan sampel DNA untuk penyidik sekaligus sosialisasi pelatihan DVI, Selasa (1/8). Acara tersebut dibuka Kapolda Sultra, Brigjen Andap Budhi Revianto.

Kepala Laboratorium DNA Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri, Kombes Drs. Putut Tjahjo Widodo, DFM, M.Si menekankan penyidik dan tim Disaster Victim Identification (DVI) harus paham betul tata cara pengambilan sampel DNA dan cara mengawetkannya. Hal itu ditekankan Kombes Putut Tjahjo Widodo saat tampil menjadi pemateri dalam sosialisasi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kombes Putut menekankan tiga poin penting yang perlu dipahami penyidik atau tim Dokkes yakni cara mengambil sampel DNA, cara mengawetkan dan tahapan mengirim sampel DNA ke pusat laboratorium forensik. Menurutnya, proses ini harus dilakukan dengan baik oleh tenaga Dokkes. Sebab, jika salah prosedur maka proses pengambilan DNA akan sulit dilakukan. DNA kata dia berada dalam sel dan inti sel. Untuk mengambilnya perlu keterampilan dan teknik khusus. “Sosialisasi ini diadakan dengan pertimbangan masih banyak polisi, penyidik ataupun tim Dokkes yang belum terlalu paham dengan proses pengambilan DNA ini,”ujar Kombes Putut.

Sebelumnya, Kapolda Sultra Brigjen Andap Budhi Revianto berharap pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan kepada semua anggota Polri yang bekerja di lapangan. Khususnya penyidik dan tim Dokkes di jajaran Polda Sultra. Dia meminta agar materi yang diberikan dapat diterima dengan baik. “DNA dikembangkan dan diterapkan di Indonesia sebagai cara untuk mengungkap identitas seseorang. Saya minta materi dan pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan harus serap karena ini sangat penting untuk mendukung kerja kita,” ujar Brigjen Andap Budhi Revianto.

Untuk diketahui, peserta pelatihan bukan hanya personel polisi dan tim Dokkes Polri tetapi BPBD Sultra, Dinas Kesehatan Sultra, TNI dan mahasiwa Fakultas Kedokteran UHO. (ade/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top