Perawat BLUD Djafar Harun Kolut Mogok, Pasien Terlantar – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Kolaka Utara

Perawat BLUD Djafar Harun Kolut Mogok, Pasien Terlantar

MUHAMMAD RUSLI/KENDARI POS
Suasana di RS Djafar Harun yang tanpa perawat hingga Senin (31/7). Aktivitas pelayanan kembali normal setelah ada kesepakatan antara paramedis bersama manajemen rumah sakit.

KENDARIPOS.CO.ID — Ruang perawat pada kamar VIP Mawar BLUD Djafar Harun Kolaka Utara (Kolut), kosong sejak Senin (31/7) lalu. Lebih dari 100 paramedis berstatus honorer melakukan mogok kerja usai memprotes putusan pihak manajemen terkait gaji mereka.

“Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan ayah saya yang dirawat, sementara tidak ada perawat,” gerutu Sunardi (32). Pria yang menjabat sebagai Kepala Desa Tahoa itu tak dapat menyembunyikan kekesalan. Beruntung ia menemukan nomor telepon dokter dan berhasil menghubunginya.

Hingga tengah malam, paramedis tak terlihat, kecuali keluarga pasien yang lalu lalang mencari petugas. Sementara itu di ruang VIP Mawar yang terdiri dari 12 kamar, ada delapan pasien. Sempat ada perawat diutus ke sana tetapi meninggalkan ruangan karena bingung menindak pasien yang bukan bidangnya.

Sedangkan di ruang bangsal umum ada enam pasien dan hanya ada seorang perawat. “Dari tadi siang saya di sini karena tidak ada yang gantikan. Jangan sampai terjadi sesuatu,” ucap perawat itu tanpa mau menyebutkan namanya.

Dirut RS Djafar Harun, dr. Syarif Nur Ramli, Sp.OG tak mampu berbuat banyak atas aksi mogok para honorer tersebut. Ia mengaku menghargai perjuangan tuntutan kenaikan upah dan protes atas pernyataan yang dikeluarkan pihak RS agar tidak menuntut gaji. “Gaji mereka bervariasi setiap bulan sesuai waktu masuk kerja. Ada yang Rp 400 ribu, Rp 450 ribu dan Rp 500 ribu. Ada 106 orang honorer. Tetapi kami sudah upayakan sekarang agar setiap ruangan dijaga satu perawat dan satu dokter,” tuturnya, selasa(1/8).

Ia mengaku telah menghubungi semua paramedis yang mogok agar bisa berkumpul membahas hal itu sehingga tidak berkepanjangan. “Kami sudah melakukan pertemuan dengan 40 perawat sebagai perwakilan. Kami menarik surat sebelumnya dan berjanji memenuhi honor perawat setiap bulan. Hari ini, semua sudah berlangsung normal,” kata dr. Syarif Nur Ramli ketika dikonfirmasi, Selasa (1/8). (b/rus)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top