Musim Kemarau, BMKG : Waspada Kebakaran ! – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

Musim Kemarau, BMKG : Waspada Kebakaran !

Peserta seminar kesiapsiagaan bencana yang digelar BPBD Kota Kendari tengah berdiskusi. Kelurahan Kampung Salo ditetapkan sebagai daerah tangguh bencana percontohan. Foto : ANGGA / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Sejak April hingga Mei lalu beberapa daerah di Sultra dilanda banjir. Begitu pula di Kota Kendari. Tinginya curah hujan menyebabkan sejumlah titik digenangi air. Kawasan di Sungai Wanggu dan Kampung Salo menjadi titik terparah banjir. Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan mulai Agustus hingga Desember nanti akan menurun.

Bencana banjir tidak perlu dikhawatirkan lagi. Hal itu disampaikan Adi Istyono, Kepala Kelompok Prakiraan Maritim BMKG Kendari.”Sesuai pengamatan angin dan el nino, diprediksi Agustus hingga Desember, Kota Kendari ini sudah memasuki musim kemarau. Itu terlihat dari suhu air laut yang mencapai tiga derajat dan intensitas hujan mencapai 50 milimeter,” ujar Adi Istyono dalam seminar kesiapsiagaan bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Selasa (1/8).

Hanya saja rentang waktu Agustus hingga Desember hujan berskala kecil masih akan terjadi dan hanya bersifat sporadis. Sedangkan untuk kondisi gelombang perairan diprediksi normal. “Kalau Mei lalu mencapai 0,5 hingga dua meter dan puncaknya Juni lalu. Agustus ini sudah normal dan gelombangnya tidak tinggi,” ungkap Adi Istyono.

Hanya saja, dirinya meminta agar kesiapsiagaan bencana tetap diutamakan. Sebabnya, musim kemarau identik dengan bencana kebakaran. “Karena hawa yang begitu panas, jadi banyak material akan mudah terbakar. Untuk itu, harus tetap diwaspadai,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota Kendari Alamsyah Lotunani mengatakan Kelurahan Kampung Salo akan menjadi kelurahan percontohan dalam membentuk daerah tangguh bencana. “Kita targetkan kedepan semua kelurahan terutama yang rawan bencana bisa dijadikan seperti Kampung Salo ini,” ujar Alamsyah Lotunani.

Kepala BPBD Kota Kendari, Suhardin mengungkapkan pemilihan Kampung salo sebagai kelurahan tangguh bencana didasarkan pada tingkat kerawanan bencana. “Jadi kita bentuk kelompoknya, terdiri dari 30 pengurus dan 100 anggota. Mereka akan dilatih dan dibina oleh BPBD untuk mandiri dalam mencegah bencana,” ujar Suhardin. (Alfin)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top