Ketahui Penyakit Melalui Bau – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Kesehatan

Ketahui Penyakit Melalui Bau

ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Bau badan memang bisa menurunkan rasa percaya diri. Berbagai produk pun dipakai untuk menyamarkan bau tersebut. Namun sebenarnya jika ditelaah lebih dalam, bau badan juga dapat digunakan sebagai cara untuk deteksi penyakit tertentu. Berikut beberapa cara untuk mendeteksinya.

Bau mulut. Bau mulut tidak enak sering terjadi di pagi hari. Ini sebenarnya wajar karena saat tidur produksi air liur berkurang, sehingga bakteri dalam mulut berkembang biak. Namun, jika baunya seperti buah-buahan, waspadalah dengan gejala penyakit kronis diabetes.

Secara medis, jika proses penghasilan energi tidak berjalan dengan baik, gula darah akan meningkat dan sel mulai membakar asam lemak sebagai bahan bakar energi. Hasil ini disebut keton dalam darah, di mana nantinya akan meninggalkan bau buah-buahan pada napas.

Asosiasi Diabetes Amerika menyarankan untuk segera ke unit gawat darurat bila keluhan napas bau buah-buahan ini disertai gejala mencurigakan lainnya. Seperti gangguan penglihatan, penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas, lelah, mulut kering, sulit bernapas serta sakit perut.

Bau kotoran BAB. Ternyata, kotoran berbau busuk bisa jadi tanda adanya intoleransi laktosa. Menurut dr. Ryan Ungaro, ketika usus kecil tidak menghasilkan cukup enzim yang disebut laktase, tubuh tidak dapat mencerna laktosa yang ditemukan dalam produk susu.

Laktosa kata Asisten Profesor Gastroenterologi di Rumah Sakit Mount Sinai New York, adalah gula yang terdapat pada susu dan produk susu lainnya. Makanan-makanan yang mengandung laktosa, antara lain susu, es krim, keju, dan yoghurt. Ketika orang mengalami intoleransi laktosa, beberapa gejala yang dapat muncul meliputi mual, kembung, diare, dan BAB yang berbau busuk.

Bau Urine. Selain perubahan warna urine, bau dari urine itu sendiri juga harus Anda perhatikan. Apalagi bau urine dapat menjadi indikasi adanya diabetes dan penyakit lainnya. Bau urine dibedakan menjadi dua, yakni normal secara fisiologis dan tidak normal secara patologis. Dikatakan normal jika terdapat riwayat mengonsumsi makanan, vitamin, dan obat-obatan tertentu yang dapat menimbulkan bau urine, tetapi baunya menghilang setelah proses pencernaan selesai.

Sementara itu, bau urine yang tidak normal kadang berbau menyerupai alkohol. Jika mencium bau seperti alkohol, ada kemungkinan Anda memiliki diabetes. Perhatikan juga apakah ada gejala lainnya, seperti sering buang air kecil, lapar terus-menerus, dan sebagainya.

Bau urine yang tidak normal juga biasanya berbau tajam. Ini kemungkinan terjadi akibat adanya infeksi saluran kemih. Selain itu, cermati apakah ada gejala mencurigakan lainnya, seperti kencing terasa panas, anyang-anyangan, nyeri, dan warna urine yang berubah (misalnya tampak keruh).

Tubuh manusia memang luar biasa. Siapa sangka, bau badan dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit. Tentunya, jenis-jenis bau badan tersebut dapat Anda hindari dengan menerapkan pola hidup sehat. Bila ditemukan keluhan yang mengganggu seputar bau badan, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada dokter. (rs/rh)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top