Sultra Utus Dua Karateka Untuk O2SN di Medan – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Olahraga

Sultra Utus Dua Karateka Untuk O2SN di Medan

Puluhan karateka dari 13 kabupaten/kota ambil bagian pada seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat provinsi di SKO akhir pekan lalu. Muhammad Yusuf Merangga/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Dua karateka akan mewakili Sultra pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional di Medan, Sumatera Utara (Sumut) tanggal 2 hingga 9 September 2017. Mereka yang diutus adalah M Aditia atlet asal Baubau dan Anisa Az Zahra karateka asal Kendari.

Bidang Pembinaan Prestasi Forki Sultra, Isnain Kimi mengatakan keputusan mereka mewakili Sultra merujuk pada seleksi O2SN tingkat Sultra. Pada seleksi pekan lalu, keduanya berhasil menjadi juara. M Aditia misalnya, ia berhasil meraih medali emas pada nomor kata (jurus) dan perunggu untuk komite (tarung). Sementara Anisa Az Zahra meraih juara pertama pada nomor kata dan juara dua pada nomor komite.

“Memang prosesnya cukup ketat. Kami ingin memastikan para karateka yang berlaga di kejuaraan O2SN tingkat nasional betul-betul memiliki bakat bagus. Apalagi setiap atlet yang ikut seleksi harus bertanding pada dua nomor sekaligus, yakni kata dan komite. “Keduanya dipilih karena dinilai memiliki poin tertinggi,” tandasnya.

Pada seleksi O2SN kata dia, setiap daerah mengutus atlet terbaiknya. Makanya, pertandingan berlangsung seru. Dari 17 kabupaten/kota, hanya empat daerah yang tidak mengirimkan wakilnya yakni Buton Selatan (Busel), Buton Utara (Butur), Konawe Utara (Konut) dan Konawe Kepulauan (Konkep).

Selain atlet katanya, hasil seleksi yang digelar Sekolah Keperbakatan Olahraga (SKO) juga sepakat mengirimkan pelatih. Sesuai keputusan, pelatih asal Kendari yang akan mendampingi atlet Sultra di Medan. Keputusan ini berdasarkan hasil penilaian poin. Dari sejumlah daerah, secara keseluruhan atlet Kendari berhasil meriah poin tertinggi.

Untuk rencana pemusatan latihan dua karateka ini, Isnain mengaku akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra. Pasalnya, pelaksanaan kegiatan ini menjadi domain Dikbud Sultra. Makanya, proses pemberangkatannya menjadi tanggungjawab Dikbud.

“Kami koordinasikan dulu dengan Dikbud Sultra. Apakah mereka akan dipersiapkan melalui training camp (TC) atau menjalani program latihan diperguruannya masing-masing. Di mana pun lokasinya, kami harus memastikan proses persiapannya harus memadai,” katanya. (b/myu)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top