Sekolah Lima Hari tetap Jalan – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Edukasi

Sekolah Lima Hari tetap Jalan

Mendikbud Muhadjir Effendy

KENDARIPOS.CO.ID — Kebijakan Sekolah lima hari tetap diberlakukan oleh kemendikbud sembari menunggu Peraturan Presiden terbithingga saat ini, sejumlah sekolah di Indonesia sudah mulai menerapkan kebijakan yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 itu. hingga saat ini, belum jelas kapan Perpres tersebut bakal rampung.

Mendikbud Muhadjir Effendy menjelaskan, Selama Perpres belum ada, maka yang berlaku adalah Permendikbud. Dia nmembantah bahwa presiden memerintahkan agar kebijakan itu ditahan dulu. ’’Tidak ada itu (perintah hold),’’ ujarnya di Galeri Nasional kemarin (31/7). Peraturan itu akan jalan terus sampai Perpres terbit. Perpres akan menjadi aturan yang lebih kuat untuk memayungi program penguatan karakter yang digagas Kemendikbud. ’’Hanya judul peraturannya berubah, dari hari sekolah menjadi program penguatan pendidikan karakter di lembaga pendidikan formal,’’ lanjut Menteri yang juga Ketua PP Muhammadiyah itu.

Lantas, mengapa progres Perpres itu tidak kunjung jelas? Menurut Muhadjir, sebenarnya tidak ada kendala dalam penyusunan Perpres tersebut. Hanya, pemerintah perlu mendengarkan masukan dari berbagai pihak untuk menyempurnakan aturan yang sudah ada. ’’Yang namanya Perpres kan harus lebih sempurna dibandingkan permen,’’ tambahnya.

Anggota tim inti perumus penguatan pendidikan karakter (PPK) Kemendikbud Doni Koesoema mengatakan saat ini program PPK terus dijalankan oleh Kemendikbud. Bahkan sejumlah daerah telah deklarasi menjalankan program yang berujung sekolah tinggal lima hari dalam sepekan itu.

“Rencananya ada pencanangan juga di Palembang,” kata pria yang juga menjadi pengamat pendidikan dan dosen itu. Doni bahkan mengatakan, saat ini ada sekitar 400 orang fasilitator yang sudah dilatih untuk menjalankan PPK di daerah masing-masing. 400 orang itu ada yang masing-masing kelompok guru, kepala sekolah, dan pengawas.

Menurut Doni Kemendikbud tidak asal-asalan dalam melatih intrsuktur itu. Dalam setiap sesi pelatihan yang memakan waktu tiga hari itu, ada ujian akhir. Di ujian itu, ada saja peserta yang tidak lulus. Bagi yang lulus mendapatkan ijazah dan ditugasi melatih tim yang lebih banyak lagi di daerah asalnya.

Dengan pelatihan itu diharapkan pelaksaan program PPK di sekolah bisa berjalan baik. Kalaupun siswa berada di sekolah lebih lama, isinya tidak monoton belajar di dalam kelas terus. Siswa bisa mengikuti ekstra kurikuler. Bahkan juga mengikuti kegiatabn di luar sekolah. “Seperti ikut madrasah diniyah. Itu tetap bisa,” tandasnya. Tentunya dengan tetap diawasi oleh guru.

Dia menjelaskan masyarakat tidak perlu mencemaskan bahwa penerapan program PPK dapat mengurangi waktu anak. Dia menjelaskan akibat dari dihapusnya sekolah pada hari sabtu, jam belajar anak-anak bertambah tidak sampai dua jam. “Sekarang kami fokuskan dulu di SD dan SMP dahulu,” jelasnya. (byu/wan/jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top