Rektor UHO Masukan Pelajaran Anti Korupsi dalam Kurikulum – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Edukasi

Rektor UHO Masukan Pelajaran Anti Korupsi dalam Kurikulum

Rektor UHO, Dr Zamrun bersama pimpinan KPK La Ode Syarif.

KENDARIPOS.CO.ID — Universitas Halu Oleo (UHO) mendukung penuh program Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satu bentuk dukungan, perguruan tinggi yang dinahkodai Dr Muh Zamrun itu bakal memasukan mata kuliah anti korupsi dalam kurikulumnya. Jika tak ada hambatan, tahun ini program tersebut sudah bisa direalisasikan.

Komitmen mendukung program lembaga anti rasuah tersebut diungkapkan Muh Zamrun usai dialog bertajuk “Integritas Perguruan Tinggi” dengan komisioner KPK, La Ode Syarif sebagai pemateri di UHO, kemarin (31/7). Mantan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) UHO ini mengaku siap memformulasikan pendidikan anti korupsi ke dalam kurikulum pendidikan di UHO. Rencana tersebut, secepatnya akan direalisasikan.

“Sama seperti kita mendorong kemaritiman masuk kurikulum. Anti korupsi juga akan kita akomodir. Kita upayakan tahun ini. Tapi kalau tidak bisa, maka nanti 2018 diterapkan di semua angkatan dan jurusan yang ada,” kata Muh Zamrun. Sebenarnya, selama ini, UHO sudah memasukkan pendidikan karakter yang diintegrasikan ke dalam beberapa mata kuliah untuk dipelajari mahasiswa. Hanya saja, upaya tersebut perlu ditingkatan menjadi mata kuliah tersendiri. “Intinya UHO mendukung gerakan anti korupsi. Kita upayakan secepatnya masuk kurikulum,” tegasnya.

Pernyataan Muh Zamrun sebenarnya menjawab keinginan pimpinan KPK, La Ode Syarif agar UHO ikut berperan aktif dalam mendukung pemberantasan korupsi. Syarif mengharapkan upaya semua elemen bangsa untuk memberantas korupsi. Termasuk pencegahannya, tidak cukup hanya mengandalkan kiprah lembaga anti rasuah tersebut, melainkan harus didukung oleh kampus sebagai wadah pencetak pejabat negara. Salah satu yang disarankannya, pendididikan anti korupsi harus terakomodir dalam kurikulum perguruan tinggi.

“Di Universitas Gajah Mada (UGM), sudah masuk kurikulum anti korupsi ini, begitu pula di beberapa kampus lain. Saya berharap, Universitas Halu Oleo juga segera menyusul,” kata La Ode Syarif.

Secara khusus, alumnus Hukum Universitas Hasanudin ini mengaku optimis dengan prospek pendidikan yang sudah berkembang di UHO. Menurutnya, setapak-demi setapak UHO mulai berbenah dan mampu mensejajarkan diri dengan perguruan tinggi lain. “Mungkin yang perlu ditingkatkan juga terkait kurikulum pengelolaan tambang, pesisir dan potensi lainnya. Saya percaya rektor UHO mampu membawa kampus ini lebih baik lagi,” katanya.

Dari aspek sumber daya manusia Sultra, jika diukur dari taraf pendidikannya, La Ode Syarif percaya akan semakin mantap menatap masa depan. Sebab, pendidikan di Sultra menjanjikan prospek yang cemerlang. “SDM harus memiliki integritas jika ingin bersaing dengan daerah lain. Saat ini, pejabat cerdas saja tidak cukup, perlu dibarengi dengan perilaku anti korupsi. Makanya kita butuh kurikulum yang mendidik generasi kita agar giat menolak korupsi,” terangnya.

Dalam dialog yang dihadiri para guru besar UHO dan mahasiswa tersebut, La Ode Syarif menegaskan, saat ini Indonesia membutuhkan SDM dengan kemampuan penguasaan bahasa asing yang mumpuni, selain berintegritas. Ia memberi motivasi kepada mahasiswa yang hadir agar membangun kritisme dan karakter kuat.

“Indonesia hari ini banyak menghadapi tantangan besar. Investasi masuk, justru menghilangkan kesempatan kerja bagi putra negeri. TKA menguasai beberapa sektor. Makanya kita butuh SDM yang tidak saja berkualitas secara keilmuan, tapi juga memiliki prinsip dan karakter anti korupsi,” imbuhnya. (Alfin)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top