Rawan Bencana, Kepala BPBD Bombana Programkan Sekolah Siaga Banjir – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Bombana

Rawan Bencana, Kepala BPBD Bombana Programkan Sekolah Siaga Banjir

NURYADI/KENDARI POS
Kepala BPBD Bombana, Andi Syarifuddin (kedua dari kiri) saat memasang sirene pendeteksi banjir di Desa Tongkoseng, senin(31/7).

KENDARIPOS.CO.ID — Setiap musim hujan, sebagian besar kepala sekolah dan guru di Kabupaten Bombana tidak nyaman beraktivitas. Sekolah tempat mereka mengajar rawan dilanda bencana banjir. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bombana, H. Andi Syarifuddin mengakui kondisi tersebut. Menurutnya, dari sekitar 250 gedung sekolah di eks otorita Kabupaten Buton itu, sekitar 40 persen diantaranya menjadi langganan banjir.

Sekolah tersebut tersebar pada tiga wilayah, yakni Poleang, Rumbia dan Kabaena. “Jumlah ini belum termasuk sekolah vertikal seperti Madrasah Ibtidayah dan Aliyah,” katanya, senin(31/7). Dari sekian banyak sekolah yang rawan banjir ini, empat sekolah diantaranya diidentifikasi cukup parah. Seperti di SDN 60 Pangkuri, SD Swasta Toluto, SMA Swasta Tongkoseng serta SD/SMP Satu Atap Tongkosoeng.

Jika hujan turun dengan intensitas tinggi, empat sekolah itu terendam banjir dengan ketinggian hingga atap gedung.
Untuk mencegah dan mengantisipasi bencana alam, Kepala BPBD Bombana ini melakukan terobosan baru dengan membuat program “Sekolah Siaga Banjir”. Bahkan mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bombana itu, telah mensosialisasikan programnya itu pada sejumlah sekolah.

Dalam sosialisasi ini, Andi Syarifuddin tak hanya melibatkan pihak BPBD, namun dia juga mengikutsertakan personel Tagana dari Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia, Babinsa, camat hingga kepala desa. Mereka memberikan berbagai materi sesuai tugas masing-masing. Mulai dari pencegahan, penanganannya hingga pertolongan terhadap korban banjir.

“Dari sosialisasi sekolah siaga banjir ini, diharapkan siswa, guru dan kepala sekolah bisa mengetahui apa yang dilakukan jika dilanda bencana,” harapnya. Selain sosialisasi penanganan banjir, dalam program yang nantinya akan diajukan sebagai topik penyelesaian Diklat Pim 2 tersebut, Andi Syarifuddin juga melakukan pemasangan sirene sebagai tanda peringatan dini datangnya banjir. Salah satunya di Desa Tongkoseng. (c/nur)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top