Jalan-jalan di Muna Mulai Ditingkatkan, Rusman Emba : Kita Membuat Jalan Standar Nasional – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Muna

Jalan-jalan di Muna Mulai Ditingkatkan, Rusman Emba : Kita Membuat Jalan Standar Nasional

Rusman Emba

KENDARIPOS.CO.ID — Akselerasi pembangunan di Kabupaten Muna terus direalisasikan. Salah satu yang sedang digagas Bupati Muna, LM Rusman Emba adalah memaksimalkan pelebaran jalan nasional agar lebih representatif. Akses transportasi yang awalnya hanya mencapai lebar 4 meter, kini akan bertambah antara 14 hingga 17 meter.

Saat ini, pelebaran jalan itu sementara dalam proses pengerjaan. Alat berat mulai diturunkan, seperti yang terlihat di tiga Kelurahan Raha III, jalan Sutan Syahrir, Jenderal Soedirman, Palangga, Duruka, Waara hingga Mantobua. Meski berstatus jalan nasional, namun peningkatan infrastruktur transportasi itu dianggap penting karena Muna merupakan daerah penyangga di Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Disamping kita membuat jalan standar nasional, juga karena berada dalam kota Raha. Makanya, konsep kami itu harus dimaksimalkan,” kata Rusman Emba saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/7).

Sebagai kepala daerah, Rusman terus berupaya merealisasikan karya nyata. “Alhamdulillah, sekarang sudah dalam pengerjaan. Mantobua, Palangga, Duruka sudah dikerjakan. Mudah-mudahan tahun ini bisa berjalan efektif dan tak ada kendala,” harapnya.

Mantan Ketua DPRD Sultra itu menegaskan, harus ada perubahan di Kota Raha. Pelebaran jalan yang sementara dilakukan merupakan bagian dari upaya untuk menarik minat pemerintah pusat melakukan pengaspalan berstandar nasional.

“Makanya, dalam APBD pun juga dianggarkan. Lebar jalan yang akan diaspal nanti, antara 14 sampai 17 meter, tergantung kondisi jalan itu sendiri. Tahap I mencapai panjang lima kilometer. Termasuk pelebaran jalan Motewe, Warangga hingga Watopute. Anggarannya hingga Rp 5 miliar. Semoga akhir 2017 sudah tuntas,” yakinnya.

Rusman optimis, pada tahun 2018 mendatang, wajah Kota Raha akan berubah. Berbagai ikon baru juga sedang dibangun. Ia menyebut, keindahan Kota Raha berada di pesisir pantai. Jika dimaksimalkan dapat menjadi potensi wisata. Termasuk jalan yang menuju permandian Katilombu, Kecamatan Duruka menuju Desa Wabintingi, Kecamatan Lohia serta Masalili. “Semua dilakukan untuk perubahan di Kota Raha. Kalau yang terkena dampak pelebaran jalan, kami sudah komunikasi. Tak ada ganti rugi, hanya kompensasi saja,” pungkasnya. (c/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top