Hadir di Sultra, Ketua KPK : Tak Ada Hubungannya dengan Kasus Nur Alam dan PDAM Kendari – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Hadir di Sultra, Ketua KPK : Tak Ada Hubungannya dengan Kasus Nur Alam dan PDAM Kendari

KPK saat press conference di Clarion Hotel Kendari. Foto : Angga/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mencari cara supaya praktek korupsi bisa diberantas. Makanya lembaga yang dinahkodai Agus Raharjo ini rela road show hingga ke daerah. Salah satunya, dengan menggelar pelatihan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum dalam penanganan tindak pidana korupsi wilayah hukum Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Acara bertajuk pelatihan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum ini diikuti 164 peserta yang berasal dari penyidik Polda Sultra, penyidik TNI, penyidik Kejati Sultra, BPKP,dan BPK RI Perwakilan Sultra. Ketua KPK, Agus Rahardjo mengungkapkan, pelibatan lima lembaga negara tersebut untuk memperkuat sekaligus meningkatkan sinergi dalam penanganan kasus korupsi.

“Sinergi diperlukan, supaya proses penanganan tindak pidana korupsi bisa maksimal,” ujar Agus Rahardjo saat membuka pelatihan di Hotel Clarion Kendari, Minggu (31/7). Agus menegaskan, tanpa memperbaiki proses penanganan tindak pidana korupsi, maka lingkaran setan koruptor sulit diberangus. Fokus utama dalam pelatihan ini, tentang korupsi pertambangan dan pencucian uang. “Korupsi ini sangat merugikan masyarakat. Makanya, semua elemen harus bersatu memberantasnya,” katanya.

Masih menurut Agus, cara ini juga untuk meningkatkan koordinasi sesama penegak hukum terkait bantuan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana korupsi. Selain itu ada pula bantuan pengawasan penjatuhan hukuman kepada terpidana korupsi. Kendari digelar di Kota Kendari, namun dia menegaskan tak ada hubungannya dengan kasus Gubernur Sultra non aktif, Nur Alam serta pendalaman kasus dugaan penyertaan modal di PDAM dan dugaan korupsi pembangunan jalan ring road atau jalan lingkar.

Bukan hanya soal itu, lembaga antirasuah itu sangat berkeinginan menguatkan undang-undang korupsi. Terutama agar suap menyuap antar pihak swasta tetap masuk dalam undang-undang korupsi. Keinginan KPK ini, karena menilai modus suap antar swasta semakin sering terjadi serta berimplikasi dengan banyaknya pihak yang dirugikan, terutama masyarakat.

“Selama ini, KPK hanya melihat tindakan korupsi kalau sudah ada kerugian negara. Makanya, perlu diperluas lagi, supaya modus seperti itu bisa dicegah,” jelasnya. Lebih jauh Agus menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menyusun konsep untuk merevisi Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Ini penting agar korupsi sektor swasta juga bisa diatur dalam undang-undang tersebut.

Dalam kegiatan ini, selain KPK sebagai narasumber, enam lembaga lainnya juga ambil bagian. Seperti Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Dodik Wijanarko, Jampidus Kejaksaan Agung Arminsyah, Anggota BPK RI Eddy Mulyadi, Wakil PPATK RI Dian Ediana Rae, dan Direktur Investigasi BUMN BUMD BPKP RI, Agustina Arumsari.

Jaksa muda pidana khusus (Jampidusus) RI, Arminsyah menambahkan, memang mesti ada sinergi antara penegakan hukum. Jaksa harus terus membangun komunikasi dengan polisi supaya terjadi kepastian hukum. “Perkara yang biasa mandek akibat kurangnya sinergi antara jaksa dan polisi,” ujar Arminsyah.

Kabareskrim Polri, Irjen Ari Dono mengatakan, kasus korupsi yang saat ini ditangani Polda Sultra sebanyak 42 kasus. Ini khusus semester pertama tahun 2017. Kata dia, jumlah ini jauh lebih banyak dari tahun lalu, yakni 36 kasus. Menurut Ari, adanya pelatihan bersama ini sebagai bentuk langkah Polri untuk segera menuntaskan kasus yang mandek tahun sebelumnya. (b/ade)
=

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top