Ahli Jepang Tertarik Teliti Limbah di Indonesia – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Nasional

Ahli Jepang Tertarik Teliti Limbah di Indonesia

Ilustrasi limbah

KENDARIPOS.CO.ID — Jepang semakin serius menjalin kerja sama dengan Indonesia. Setelah Presiden Japan International Cooperation Agency (JICA) bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo untuk membicarakan rencana kerja sama. Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S Atmawidjaja mengatakan, pertemuan untuk membahas hal teknis sebagai tindak lanjut pembicaraan tersebut juga sudah dilakukan.

”Sebelumnya juga sudah ada penandatanganan kontrak proyek pengolahan limbah Jakarta Sewerage. Nanti September delegasi dari Jepang akan datang ke sini,” katanya kepada Senin (31/7).

Menurut Endra, kedatangan mereka akan membahas persiapan teknis tentang proyek kerja sama apa saja yang akan dijalankan. Endra menuturkan, salah satu proyek yang sudah mulai dijajaki adalah kerja sama dalam rangka mengatasi penurunan muka tanah yang terjadi di Jakarta. ”Pekan lalu, Record of Discussion (RoD) The Project for Promoting Countermeasures Against Land Subsidence in Jakarta ditandatangani,” katanya.

”September nanti, ahli dari Jepang akan datang juga untuk melakukan persiapan. Untuk realisasinya kemungkinan awal 2018 dimulai,” ungkapnya.
Untuk persoalan penurunan muka tanah ini, Jepang sudah memiliki pengalaman. Jepang bahkan sudah berhasil membantu Thailand untuk mengatasi perasalahan tersebut di Bangkok. Sekarang, Jepang akan membantu Indonesia mengatasi persoalan penurunan muka tanah di Jakarta.

Berdasarkan monitoring pada patok penanda di daerah Pluit, Jakarta Utara, penurunan muka tanah di Jakarta tercatat sebesar 5-12 sentimeter per tahun. Diperkirakan dalam waktu 10 tahun ke depan penurunan bisa mencapai 1,2 meter. Melalui proyek kerja sama ini, Jepang akan memberikan pembiayaan berupa grant untuk kegiatan konsultasi dan pemdampingan selama tga tahun.

Jepang juga, kata Endra, akan membantu pemerintah mengkaji dan memberikan konsultasi terkait peraturan-peraturan, monitoring wilayah yang mengalami penurunan muka tanah, hingga penerapan teknologi yang tepat. Hasil kajian tersebut akan digunakan sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan oleh Kementerian PUPR dan kementerian/lembaga terkait, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (and/jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top