Wow…Mahasiswa F-MIPA UHO Temukan Manfaat Mangrove Bunuh Kanker – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Edukasi

Wow…Mahasiswa F-MIPA UHO Temukan Manfaat Mangrove Bunuh Kanker

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Mangrove ternyata punya banyak manfaat. Tanaman yang familiar dengan sebutan bakau ini mampu membunuh atau mereduksi zat kimia beracun penyebab kanker. Bukan hanya itu, tanaman pesisir yang punya nama latin Rizhopora recemova ini juga mampu menangkal bakteri (virus) Escherichia coli (E. Coli). Salah satu bahaya bakteri ini adalah menyebabkan keracunan makanan serta infeksi pencernaan.

Kemampuan Mangrove bisa menjadi “pembunuh” zat penyebab kanker serta penangkal bakteri berbahaya ditemukan mahasiswa dan dosen biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) Universitas Halu Oleo (UHO) saat melakukan penelitian di Taman Nasional Rawa Aopa bekerjasama dengan Tokyo Institut Teknologi, Jepang. Penelitian ini dilakukan sejak 2014 dan masih berlanjut hingga saat ini.

Dosen Biologi F-MIPA UHO yang juga peneliti Mangrove, Dr. Analudin mengungkapkan, Mangrove berfungsi sebagai biofilter terhadap racun, berupa logam mengandung merkuri dari limbah tambang maupun limbah rumah tangga yang mengalir ke laut melalui sungai. Logam merkuri tersebut dapat masuk dalam biota laut (ikan, kerang, dan lainnya), dan kalau dikonsumsi manusia bisa menjadi penyebab kanker. Namun dengan adanya tanaman ini, sehingga manusia bisa terhindar dari sumber penyakit berbahaya tersebut.

“Mangrove memiliki blue carbon (karbon hijau) yang dapat mengadaptasi (mensterilkan) logam penyebab kanker,” ujar Dr Analudin saat ditemui di ruang kerjanya, akhir pekan lalu. Menurutnya, rata-rata kandungan karbon hijau Mangrove di Sultra sebesar 0,52 mikrogram per gram disemua jaringan tanaman mangrove. Hebatnya, tugas mensterilisasi penyebab kanker itu hanya menjadi domain akar dan batang Mangrove saja.

Sementara pada daun dan buahnya juga punya manfaat tak kalah penting. Wakil Dekan I F-MIPA UHO ini mengatakan, daun mangrove memiliki kandungan ekstrak yang dapat diolah menjadi bahan teh hijau. Salah satu manfaatnya, mampu menurunkan kolestrol hingga 53 persen. “Itu potensi yang kami temukan. Hanya jika mau dikembangkan, itu sudah domain orang Farmasi,” jelasnya, sambil menyebut informasi itu terungkap berdasarkan hasil penelitian berjudul Bioprospek Kandungan Nutrisi dan Antioksidan Buah Mangrove untuk Peningkatan Gizi Masyarakat Pesisir.

Pada buah Mangrove, juga memiliki kandungan gizi tinggi. Bahkan saat ini sedang dikembangkan lagi oleh mahasiswa melalui program Kreativitas Mandiri (PKM) yang didanai Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), yakni tentang pengembangan daun dan buah Mangrove sebagai anti bakteri. “Buah Mangrove memiliki nutrisi berupa karbohidrat dan zat besi. Bisa juga menangkal bakteri Escherichia coli (E. Coli),” terangnya.

Ia menambahkan, dipilihnya Mangrove sebagai objek penelitian karena potensinya di Sultra sangat besar. Hampir semua garis pantai memiliki jenis tanaman ini. Sehingga, ketika menempuh studi di Jepang, tepatnya di Tokyo Institute Teknologi, dirinya mempromosikan potensi Mangrove tersebut. “Alhamdulilah mereka terpukau. Jadilah kami bekerja sama, termasuk pendanaannya juga dibiayai Kemenristekdikti,” tambahnya.

Hasil penelitiannya itu juga sudah beberapa kali dipresentasikan di forum internasional. Diantaranya di Palermo, Italia pada World Saintific Forum dua tahun lalu, serta forum yang sama di Bali tahun lalu. Selain itu, juga dimuat dalam jurnal internasional di Inggris dengan hasil memuaskan. “Sudah diterbitkan di jurnal internasional mengenai For the Sains and Technologi di Inggris pada 2016 untuk blue carbon dan terbit juga di jurnal dengan judul International of Environment untuk ekstrak teh hijau dengan nilai Q1 atau nilai paling memuaskan,” jelasnya.

Rencananya, penelitiannya tersebut akan segera dipantenkan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI. “Tahun ini, khusus yang blue carbon, saya akan urus hak patennya di Kemenkumham. Mudah-mudahan secepatnya sudah mendapatkan legalitas,” harapnya. (b/m1)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top