Raih Piala Adipura ke Sembilan, TPA Sampah Puuwatu Sumbang Nilai Terbanyak – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Raih Piala Adipura ke Sembilan, TPA Sampah Puuwatu Sumbang Nilai Terbanyak

Salah satu lokasi di TPA sampah Puuwau.

KENDARIPOS.CO.ID — Pemkot Kendari baru saja didaulat mendapatkan anugerah piala adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Sebuah prestasi yang layak diapresiasi tentunya, apalagi penghargaan tersebut kali kesembilan diraih Pemkot Kendari di bawah kendali Wali Kota Asrun sejak tahun 2008. Bukan itu saja, torehan prestasi kali ini paling bergengsi, sebab Pemkot Kendari menjadi satu dari empat daerah peraih adipura di kawasan Sulawesi, Maluku dan Papua (Sumapapua) untuk klasifikasi kota sedang.

Piala adipura tahun 2017 ini disabet dengan nilai memuaskan. Plt. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, Nur Rasak mengatakan pencapaian maksimal untuk ukuran nilai akumulatif adipura atau passing grade (PG) yakni 77. “Nilai passing grade kita memuaskan. Biasanya kota lain hanya mampu maksimal di angka 75. Raihan kita malah lebih dari itu,” ujar Nur Rasak, Jumat (28/7).

Menurut Nur Rasak, tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Puuwatu merupakan penyumbang nilai terbanyak dalam passing grade. Jumlahnya sekira 13 poin. Disusul aspek drainase dan kebersihan lingkungan yang meraih nilai selanjutnya. “Padahal untuk satu passing grade sulit didapat. Alhamdulillah kita bisa maksimal,” ungkap Nur Rasak.

Diakui Nur Rasak, raihan adipura tahun 2017 ini memiliki tantangan tersendiri. Ikhtiar untuk mempersiapkannya memang sangat maksimal. Setidaknya, ada 700 indikator penilaian harus dipenuhi. “Kalau dulu sistemnya zonasi. Misalnya, kita usul kebersihan jalan, maka kita tentukan jalan mana yang akan dinilai. Begitu pun variabel lain. Nah, saat ini berbeda penilaiannya, semua item diseluruh penjuru kota menjadi objek penilaian. Makanya persiapannya butuh sangat maksimal,” bebernya.

Lebih lanjut, proses penilaian hingga Kota Kendari ditetapkan pemenang piala adipura meliputi banyak tahap. Verifikasinya pun dimulai sejak Oktober 2016. Begitu pun dengan tantangannya, sangat sulit. Pasalnya, Kota Kendari beberapa bulan belakangan sering dilanda banjir. “Oktober 2016 penilaian tahap satu dan Februari 2017 penilaian tahap dua. Meski dihadang dengan kondisi banjir namun bisa kita lalu karena kerja keras semua elemen,” tambahnya.

Tantangan ke depan yang akan dihadapi DLHK Kota Kendari semakin berat. Untuk itu, Nur Rasak meminta masyarakat untuk bekerja sama dalam menjaga kebersihan lingkungan kota. “Paling tidak, jangan buang sampah sembarang tempat. Buanglah di TPS pada pagi atau sore hari supaya petugas kami langsung membersihkan. Sebab adipura ini merupakan kepercayaan dan apresiasi nasional. Kita harus jaga,” pungkasnya. (m1/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top