Diduga Sarat Korupsi, Jaksa Bidik Mega Proyek di Buton dan Buteng – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Diduga Sarat Korupsi, Jaksa Bidik Mega Proyek di Buton dan Buteng

KENDARIPOS.CO.ID — Dua kasus dugaan korupsi mega proyek yang terjadi di Kabupaten Buton dan Buton Tengah (Buteng) sedang dibidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kedua kasus tersebut, yakni proyek rehabilitasi Gedung Poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton tahun 2016 dengan anggaran Rp 1,1 miliar, dan pengadaan Puskemas Apung Keliling Dinas Kesehatan Buteng tahun 2016 anggaran Rp 1,5 miliar.

Pada proyek rehabilitasi Poliklinik, penyidik Kejari Buton menemukan indikasi ketidak sesuaian antara yang dikerjakan dengan RAB. Sementara pengadaan Puskesmas Keliling di Buteng diduga fiktif sementara anggarannya sudah cair 40 persen. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buton, Ardiansya SH MH, melalui Kasi Intelijen, Tabrani SH, mengungkapkan, pihaknya saat ini terus mengumpulkan bukti-bukti dan petunjuk. Semua pihak terkait yang diperiksa masih berstatus saksi. Penentuan tersangka akan dilakukan setelah ada hasil audit BPKP yang menentukan besaran kerugian negara.

“Untuk menentukan tersangka kita masih tunggu hasil audit BPKP, karena dari situ baru kita bisa besaran kerugian negara,” ucap Tabrani ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/7).

Sebelumnya Kajari Buton, Ardiansyah SH MH mengungkapkan sekana tahun 2017 ini pihaknya sudah menangani sejumlah kasus. Dari kasus-kasus itu pihaknya sudah menyelematkan uang negara sekitar Rp 700 juta. Uang tersebut meliputi kasus korupsi dana operasional Dinas Kesehatan Buton Selatan 2015 yang menjerat mantan pimpinannya, Hamid, kemudian kasus korupsi dana desa 2015 dengan terpidana Kepala Desa Warinta, Ridwan serta hasil sitaan barang bukti korupsi setelah putusan Kasasi.

“Kerugian negara yang berhasil diselamatkan pada tahun 2017, yaitu Rp 700 juga yang bisa kita selamatkan dan kembalikan kas negara,” tandas Ardiansyah di dampingi Kasi Intel, Tabrani disela-sela ramah tamah HUT Adhyaksa ke-57. Terkait kasus pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMKN 2 Lasalimu Selatan, jelas dia, Darmin Ali selaku kepala sekolah telah divonis bersalah. Sedangkan terdakwa lain yaitu bendahara proyek, Sarifa masih bergulir di Pengadilan Tinggi Sultra. “Kasus Sarifa kita tuntut empat tahun enam bulan kemudian oleh hakim diputus satu tahun. Jadi kami melakukan upaya banding,” pungkasnya. (man)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top