Cuaca Ekstrem, Petani di Konawe Gagal Panen – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Konawe

Cuaca Ekstrem, Petani di Konawe Gagal Panen

HELSON MANDALA PUTRA/KENDARI POS
Bupati, Kery Saiful Konggoasa (ketiga dari kiri) ketika membuka rapat koordinasi penyuluh di Dinas Pertanian Konawe.

KENDARIPOS.CO.ID — Hampir dua bulan lebih, cuaca ekstrem melanda Kabupaten Konawe. Akibatnya, ratusan hektar sawah petani terendam banjir dan tak sedikit yang mengalami gagal panen. Kini Dinas Pertanian Konawe gencar melakukan koordinasi antar penyuluh untuk menemukan upaya khusus yang bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengatakan, hujan yang berkepanjangan telah membuat hasil panen petani menurun, sehingga menjadi kode merah agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) segera mencari solusi. Dia berharap Dinas Pertanian bisa menggandeng seluruh penyuluh mencari jalan keluar mempertahankan status daerah sebagai lumbung beras.

“Kalau biasanya satu hektar bisa kita panen delapan sampai 11 ton, sekarang ada yang hanya tiga ton. Ini masalah yang harus segera dituntaskan. Karena sepertiga bumi Konawe adalah daerah pertanian yang didominasi padi sawah,” ungkap Kery, kamis(27/7). Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Konawe, Yassir Arafat mengungkapkan, saat ini Kementerian Pertanian juga mengimbau penyuluh untuk gencar melakukan koordinasi sebagai upaya khusus meningkatkan hasil produksi dan kualitas beras.

“Berbagai upaya terus kita laksanakan supaya hasil pertanian tetap bagus,” klaimnya.

Ia mengakui ada penurunan hasil panen akibat curah hujan yang intens dalam waktu lama. “Kalau penurunan jelas ada, tapi tidak semua daerah. Masih ada wilayah yang hasil panennya bagus, karena tidak terlalu terpengaruh dengan hujan,” terangnya. Dia juga menjelaskan, pada musim tanam periode Oktober 2016 sampai Maret 2017 lalu, target mereka 30.382 hektare untuk luasan tanam, namun tidak berhasil tercapai karena kendala cuaca.

“Kurang beberapa ratus hektare, karena memang faktor alam. Sedangkan untuk periode April ke September 2017, target pemerintah untuk luas tambah tanam 33.451 hektare. Masih ada dua bulan untuk memacu produksi, karena saluran irigasi Wawotobi akan dibuka 16 Agustus, sehingga beberapa daerah baru akan mengolah setelah saluran terbuka,” tutup Yassir. (b/hel)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top