Awas ! Wabah Diare Mengintai, 104 Warga Sultra Dirawat – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Awas ! Wabah Diare Mengintai, 104 Warga Sultra Dirawat

Salah seorang anak pasien dengan keluhan diare menjalani rawat inap di RSUD Bahteramas, Kamis (27/7). Pengawasan intens dilakukan perawat untuk memastikan kondisi pasien. Foto : Angga/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Penularan penyakit diare perlu diwaspadai masyarakat. Penyakit ini mudah menyebar apalagi pada lingkungan dan pola hidup yang tidak sehat. Saat ini, wabah diare mulai mengintai warga Kota Kendari. Bulan Juli ini, sudah 104 pasien tercatat melakukan pengobatan di RSUD Kota Kendari akibat diare. Memang menurun dibanding Juli 2016 yakni sekira 159 pasien. Namun kewaspadaan warga perlu dilakukan, utamanya terhadap anak-anak usia dini.

Kepala Dinas Kesehatan, drg. Rahminingrum mengatakan sejauh ini wabah diare tidak separah lima hingga sepuluh tahun yang lalu. Bahkan cenderung menurun. Hanya saja, kewaspadaan perlu ditingkatkan, mengingat penyakit ini bisa menjangkiti siapa pun. “Kalau kasus besar diare, belum ada. Trennya menurun. Ada juga yang terdampak, tetapi tidak begitu parah dan penyebarannya tidak masif,” ujarnya, Kamis (27/7).

Rahminingrum menjelaskan diare merupakan penyakit yang disebabkan bakteri yang menyerang sistem pencernaan. Paling rentan, penyakit ini menyerang anak usia dini. “Karena memang daya tahan tubuh mereka masih lemah. Tetapi bukan berarti yang dewasa, tidak berpotensi terkena diare. Intinya kita perlu waspada,” ungkapnya.

Kewaspadaan itu dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi yang baik. Pola konsumsi dan bahan makanan yang dikonsumsi harus dipastikan kebersihannya. “Dengan begitu, Insya allah penyebaran diare bisa direduksi,” kata drg.Rahminingrum.

Langkah penanganan yang dilakukan Dinkes Kota Kendari menurut drg.Rahminingrum yakni intens selalu menggiatkan sosialisasi pola hidup sehat kepada setiap masyarakat. Kegiatan imunisasi juga terus dilakukan kepada anak-anak. “Tetapi yang terpenting, masyarakat sendiri yang juga harus proaktif,” paparnya.

Pantauan Kendari Pos, diperoleh data di RSUD Kota Kendari, jumlah pasien memang menurun. Pasien rawat jalan sebanyak 65 orang dan rawat inap sekira 29 pasien. Jumlah itu menurun dibanding jumlah total tahun lalu yakni 224 pasien. “Itupun sekira 30 persennya merupakan pasien rujukan dari luar Kota Kendari. Kalau dalam kota, trennya menurun,” ujar salah seorang staf humas yang ditemui, kemarin.

Sementara itu, pasien diare di Puskesmas Poasia tidak menjalani rawat inap. Umumnya pasien hanya melakukan pemeriksaan tingkat penyakit diare ringan. “Rata-rata pasien kita hanya keluhan diare ringan. Jumlahnya pun berkurang,” kata Muis, Kabid Data Puskesmas Poasia. (Alfin)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top