Polres Kolut Perpanjang Penahanan Lima Tersangka Pemalsu Uang – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Polres Kolut Perpanjang Penahanan Lima Tersangka Pemalsu Uang

Dua dari lima tersangka pengedar upal di Kolut. Masa penahanan mereka diperpanjang setelah penyidik menerima keterangan saksi ahli dari BI untuk kepentingan perampungan berkas penyidikan. Foto : MUH RUSLI / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Penyidik Satreskrim Polres Kolut melakukan penyidikan perkara uang palsu (Upal). Berkas tersangka masih dirampungkan dan segera di limpahkan ke jaksa untuk diteliti. Masa penahanan Andi Jalang (40), oknum wartawan di Kolut diperpanjang. Begitu pula masa penahanan empat tersangka lainnya diperpanjang yakni, Sumardi (37), M Arifin (47), Rustang (39) dan Anca (37).

Kasat Reskrim Polres Kolut, AKP Mohammad Salman mengatakan perpanjangan masa penahanan kelima warga Sulawesi Selatan tersebut setelah penyidik menerima dokumen keterangan saksi ahli dari Bank Indonesia (BI) yang menyatakan uang yang disita dari para tersangka benar-benar palsu. “Kita perpanjang waktu penahanannya. Saya tidak bisa rincikan uang hasil pemeriksaan BI,” ujar AKP Moh Salman di ruang kerjanya, Rabu (26/7).

Namun menurut AKP Moh. Salman, pihaknya menemukan banyaknya nomor seri yang sama dalam uang palsu tersebut. Uang yang bernomor seri sama dijilid berdasarkan kesamaan cetakan. AKP Moh Salman menduga upal yang digunakan tersangka sebelum tertangkap sudah banyak beredar dimasyarakat. “Dari situ pasti menyebar lagi,” tukasnya.

Sekedar diketahui, upal yang disita dari tersangka dan sebagian telah digunakan berupa pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Aparat hanya bisa menyita sekira Rp. 41 juta. Dari hasil penyitaan barang bukti sebelumnya selain upal diamankan satu unit kendaraan roda empat, dompet hingga kartu tanda pengenal LSM Badan Peserta Hukum Untuk Negara dan Masyarakat di luar dan dalam Pengadilan Presedium Pusat Reclassering Indonesia serta Id Card media Lintas Sulawesi. Para tersangka dijerat pasal 36 ayat 2 juncto 3 pasal 26 ayat 2 dan 3 Undang-undang Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp. 50 miliar. (rus/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top