Asrun Akan Rangkul Eks HTI, Utamakan Komunikasi Persuasif – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

Asrun Akan Rangkul Eks HTI, Utamakan Komunikasi Persuasif

Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) se-Sultra berkumpul di pelataran Tugu Religi MTQ saat memperingati hari masirah panji Rasulullah SAW, Minggu (2/4) lalu. Setelah dibubarkan pemerintah, HTI tidak dibenarkan lagi menggelar kegiatan serupa. Foto : LM SYUHADA RIDZKY / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Peringatan keras sudah dicetuskan pemerintah kepada aktivis dan simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) setelah ormas itu dibubarkan. Utamanya mereka yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pilihannya ada dua, tetap ber-HTI atau dipecat. Bagi eks aktivis dan simpatisan HTI di Kota Kendari tak perlu risau. Wali Kota Kendari, Asrun akan merangkul mereka yang pernah aktif di HTI. Komunikasi persuasif akan dikedepankan oleh Pemkot. Dalam artian, Pemkot tidak akan berlaku represif, tentunya dengan pertimbangan tertentu.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kendari, Ridwansyah Taridala mengungkapkan komunikasi persuasif tersebut sudah sesuai arahan Wali Kota Kendari, Asrun. “Biar bagaimanapun, masyarakat, PNS atau mahasiswa yang dulunya anggota HTI tetap warga kita. Kita akan merangkul mereka,” ujar Ridwansyah Taridala mengutip pernyataan Asrun.

Kesbangpol tetap akan melakukan pengawasan terhadap siapa saja yang ideologinya menyimpang dengan Pancasila. Khusus untuk eks anggota HTI, pihaknya tidak akan menerapkan langkah berlebihan. “Kita pantau saja. Lagipula, kalau kegiatan semacam dakwah Islam, kita tidak batasi, karena itu untuk kemaslahatan masyarakat. Tetapi untuk penggunaan atribut, baik HTI maupun logo organisasi masyarakat (Ormas) yang menyimpang dari Pancasila, kita akan tindaki,” ungkap Ridwansyah Taridala, Rabu (26/7).

Ormas yang terdaftar di Kesbangpol Kota Kendari berjumlah 40. Puluhan ormas itu didominasi organisasi paguyuban. “HTI memang sejak awal tidak mendaftarkan organisasinya di Kesbangpol. Mereka berasumsi, sudah terdaftar di pusat,” tukas Ridwansyah Taridala. Ridwansyah Taridala mengimbau seluruh masyarakat, baik pelajar dan PNS untuk menjunjung tinggi ideologi negara, Pancasila. Menurutnya, kehidupan kebangsaan akan rukun dan damai jika Pancasila dijunjung tinggi. “Siapa saja yang organisasinya sudah dinyatakan terlarang, harap kembali ke ideologi Pancasila,” pungkasnya. (Alfin)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top