Yang Harus Dan Jangan Dilakukan Usai Berhubungan – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Kesehatan

Yang Harus Dan Jangan Dilakukan Usai Berhubungan

KENDARIPOS.CO.ID — Seks adalah salah satu cara melampiaskan hasrat seksual tak tertahankan. Tidak hanya memuaskan Anda secara batin, seks juga adalah obat paling mujarab dalam meredakan stress yang Anda dalam keseharian Anda.

Namun perlu dicatat bahwa kebersihan setelah melakukan hubungan badan adalah hal yang terpenting untuk diperhatikan.

Gagal memahami kebersihan anggota kewanitaan Anda sendiri berdampak pada munculnya resiko gangguan kesehatan, khususnya di area sensitif Anda.

Berikut ini 4 hal yang harus dan jangan Anda lakukan setiap kali habis bercinta seperti diambil dari WomensHealthMag.com:

1. Membersihkan area kewanitaan
Ketika P bertemu V, bakteri dapat menyusup ke dalam kandung kemih. “Hal ini dapat menyebabkan infeksi kandung kemih,” kata dokter ahli kandungan dan kebidanan Robert Wool, M.D.

Usai bercinta, jangan lupa untuk membersihkan area penting Anda, dari V hingga ke zona anus. “Pembengkakan dan abrasi bisa terjadi ketika intercourse, kulit vulva dan Miss V sangatlah rentan terkena infeksi,” tambah page.

2. Hindari penggunaan sabut
Beberapa wanita memiliki kebiasaan membersihkan Miss V menggunakan sabun usai bercinta, padahal hal tersebut tidaklah perlu. Terlebih ketika anda memiliki masalah reaksi alergi ketika menggunakan pembersih yang mengandung bahan kimia.

“Miss V adalah organ yang dapat membersihkan dirinya sendiri dan harus diperlakukan dengan lembut,” kata Page menambahkan, ketimbang menggunakan sabun, sangat dianjurkan hanya menggunakan air saja.

3. Gunakan pakaian dalam yang menyerap keringat
Pakaian dalam berbahan nilon, rayon dan poliester dapat menyebabkan kulit lembab karena dapat menyerap keringat. Bila ini menjadi kebiasan, Anda bisa saja terkena infeksi jamur.

4. Jangan berendam di air hangat
Mandi berdua usai bercinta kedengarannya nikmat sekali, namun jangan Anda lakukan.

“Ketika vulva membengkak akibat dari stimulasi, hal ini dapat membuka peluang yang besar terjadinya infeksi. Jika Anda berada satu bath tub dengan pasangan, itu artinya Anda akan terekspos dari bakteri kulit dan anus pasangan Anda. Hal ini juga dapat mengurangi efektifitas pelindung antimikrobial kulit Anda,” jelas Dr. Page.

(ruf/fajar)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top