Ingin Bebas, Eksepsi dan Rehabilitasi Ridho Rhoma Ditolak – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Selebritas

Ingin Bebas, Eksepsi dan Rehabilitasi Ridho Rhoma Ditolak

KENDARIPOS.CO.ID — Hasrat pengeran dangdut, Ridho Rhoma terbebas dari dinginnya penjara dan menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur sepertinya menui jalan buntu. Upaya permohonan yang diajukan pihak keluarga tersebut ditolak. Penolakan tersebut disampaikan langsung majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (25/7). ”Keberatan ini tidak beralasan dan tidak dapat diterima,” kata Hakim Ketua Majelis saat sidang berlangsung.

Tak hanya itu, pembelaan Ridho tak bersalah atas kepemilikan Narkoba dinilai tak beralasan majelis hakim mendukung keputusan jaksa penuntut umum (JPU).  Menurut majelis hakim, pihak kuasa hukum Ridho tidak teliti dalam membaca berkas dakwaan. Poin-poin keberatan tim kuasa hukum Ridho terkait barang bukti dinilai bertentangan dengan hasil pemeriksaan penyidik. Sementara itu kuasa hukum Ridho, Fahri Arta Winata usai persidangan mengatakan semua itu merupakan kewenangan majelis hakim. ”Mungkin hakim mempunyai pertimbangan lain,” katanya.

Hanya saja, dalam kasus tersebut, pihaknya akan berusaha untuk meringankan hukuman kliennya.”Tapi yang penting bagi kita adalah yang tidak dipertimbangkan oleh majelis hakim yaitu dari penjelasan tadi yang kita tangkap adalah tentang percobaan dan pemekatan jahat,” ujar Fahri usai sidang. Mengetahui pembelaan Ridho ditolak Majelis Hakim, Rhoma Irama yang ikut hadir dalam persidangan berusaha memberikan pengertian kepada sang putra.

”Saya kasih tahu ke dia kalau prosesnya memang seperti itu. Dan dia mengerti bahwa dia harus bersabar,” kata Rhoma. Rhoma pun memastikan bahwa anaknya tak kecewa dan bisa menerima putusan Majelis Hakim, kalau eksepsi diterima berarti persidangan tidak dilanjutkan.  Oleh sebab itu, di agenda sidang berikutnya, pihaknya berusaha untuk menghadirkan saksi yang bisa meringankan tuntutan JPU. ”Nah jadi tadi hakim telah memutuskan sidang dengan agenda berikut untuk mendengarkan keterangan para saksi ahli, baru setelah itu vonis tahapannya,” terangnya.

Saya berharap bahwa vonis hakim nantinya saya berharap pada majelis hakim nantinya agar konsisten dengan rekomendasi BNN yaitu assesment terpadu dari BNN bahwa Ridho harus direhab, dan harus sesuai dengan surat edaran jaksa agung bahwa penguasaan dibawah satu gram itu adalah korban yang harus direhab, kita semua berharap majelis hakim melihat keputusan dari BNN,” sambungnya. (ash)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top