Ditetapkan Tersangka, Mahasiswi Kebidanan di Baubau Bunuh Bayinya dengan Cara Dibekap – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Ditetapkan Tersangka, Mahasiswi Kebidanan di Baubau Bunuh Bayinya dengan Cara Dibekap

Pelaku SI (Jilbap membelakang) saat diinterogasi aparat Polwan Polres Buton. Foto : Akhirman/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Teka teki penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan di pesisir pantai Kelurahan Wakoko, Pasarwajo, Kabupaten Buton enam bulan lalu akhirnya terungkap. Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Buton berhasil menemukan pelaku yang tega membuang bayi tidak berdosa itu. “Berdasarkan hasil lidik sekira enam bulan, penyidik berhasil mengungkap pelaku yang membuang bayi tersebut. Ibunya adalah SI (20),” kata AKBP Andi Herman SIK, Kapolres Buton saat di ruang kerjanya, Selasa (25/7).

Pelaku yang diketahui beralamat di Kecamatan Pasarwajo itu adalah salah seorang mahasiswa kebidanan di Kota Baubau. Tersangka SI tega melakukan perbuatan tidak manusiawi tersebut lantaran malu. Sebab, bayi malang itu adalah hasil hubungan gelap bersama kekasihnya berinisial F alias M. “Jadi bayi malang itu adalah hasil hubungan badan antara pelaku dan kekasihnya. Itu sudah diakui keduanya (SI dan F alias M,” ungkap AKBP Andi Herman.

Kata dia, kronologis kejadian tersebut bermula, ketika SI dan F alias M mulai menjalin hubungan asmara tahun 2014. Jalinan asmara keduanya terus berlanjut. Hingga akhirnya pada Februari 2016, SI dan F alias M melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Dan itu dilakukan secara intens hingga pelaku hamil. “Pelaku (SI) memberitahukan pada kekasihnya tentang kehamilannya. F alias M akan bertanggung jawab. Tetapi pelaku (SI) katakan kalau keluarganya tidak setuju atau tidak memberikan restu,” beber AKBP Andi Herman.

Tepat 7 Februari, pelaku SI merasa kesakitan pada bagian perut sehingga langsung masuk kedalam kamar mandi dan melahirkan. Agar suara tangis tidak terdengar, SI langsung menutup mulut bayi menggunakan tangan hingga bayi meninggal. “Mayat bayi dimasukan dalam ember dan ditutupi dengan pakaian kotor. Tiga hari kemudian, pelaku membuang mayat bayi ke tepi pantai pada 9 Februari sekir pukul 07.30 Wita,” terang AKBP Andi Herman.

Sebenarnya, pelaku dicurigai sejak lama. Hanya saja, semua harus didukung alat bukti dan keterangan saksi. Saat ini, alat bukti berupa surat, bukti petunjuk, keterangan saksi (kekasih pelaku, F alias M) dan pengakuan tersangka. Ditambah lagi, hasil visum terhadap pelaku bahwa benar pernah melahirkan serta keterangan ahli foresik dari Polda Sultra untuk mencocokkan DNA korban dan pelaku. Saat ini sementara diproses. Pelaku SI ditahan di Polres Buton dan dijerat pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan pasal 342 sub pasal 341 KUHP dengan ancaman enam hingga 15 tahun penjara. (ahi/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top