Biadab ! Di Konawe, Paman Cabuli Ponakan, Kakek Garap Anak Tetangga – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Biadab ! Di Konawe, Paman Cabuli Ponakan, Kakek Garap Anak Tetangga

Kedua tersangka, KS (kiri) dan ZA (kanan) saat ini masih mendekam dalam sel Polsek Wawotobi. Foto : HELSON MANDALA PUTRA / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Dua orang pria KS (71) warga Kecamatan Anggotoa dan ZA (47) warga Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) kini harus berurusan dengan hukum. Keduanya telah diamankan aparat kepolisian setelah adanya laporan telah melakukan kasus dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur. Dua pria biadab tersebut tega berbuat cabul pada dua korban di waktu berbeda.

Kapolsek Wawotobi, Iptu Saftu Dirman, melalui Kanit Reskrim Bripka Mus Muliadi mengatakan tersangka KS yang sudah tua rentah diduga menyetubuhi bocah berusia delapan tahun dan tersangka ZA diduga mencabuli bocah tiga tahun. Versi polisi, perbuatan cabul KS terungkap setelah dipergoki oleh kakak korban yang saat itu tengah mencari adiknya. Sang kakak melihat adiknya dan tersangka di semak-semak di sekitar rumah korban. Ironisnya, pelaku adalah tetangga korban. “Kata kakaknya, KS terlihat tengah memperbaiki celananya. Sementara korban, dalam keadaan terbaring dan celananya terbuka. Lantas, ia (kakak korban) langsung melaporkan kepada kedua orang tuanya. Lalu, orang tua korban melapor ke Polsek,”ujar Bripka Mus Muliadi, Rabu (26/7).

Tersangka KS memperdaya korban dengan memberi uang Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu dan meminta korban melayani nafsu bejatnya. Dihadapan penyidik KS mengaku dua kali mencabuli korban. Sementara itu, tersangka lain ZA dilaporkan ayah korban setelah mendapat laporan dari anaknya. Keluarga korban menyesalkan tindakan ZA karena ZA adalah paman korban. “Kita telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka, dan tersangka kemudian mengakui perbuatannya,” ungkap Bripka Mus Muliadi.

Tindakan cabul ZA dilakukan ketika membantu korban membersihkan kotorannya usai buang air. Saat itu, muncul niat bejatnya dan memasukan jarinya ke kemaluan korban. Penyidik menjerat tersangka dengan pasal 82 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan.(hel)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top