Rp 4,63 Triliun Anggaran Tunjangan Profesi Guru Kemenag Akhirnya Cair – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Nasional

Rp 4,63 Triliun Anggaran Tunjangan Profesi Guru Kemenag Akhirnya Cair

Menag Lukman Hakim S

KENDARIPOS.CO.ID — Sekian tahun Kementerian Agama (Kemenag) menanggung hutang pembayaran tunjangan profesi guru (TPG). Akhirnya anggaran untuk pelunasan hutang ini dipastikan tersedia di dalam APBN Perubahan 2017. Jumlahnya mencapai Rp 4,63 triliun untuk 349 ribu lebih guru.

Ketersediaan anggaran untuk membayar hutang itu dipaparkan Menag Lukman Hakim Saifuddin dalam rapat bersama Komisi VIII DPR Senin(24/7). Dia bersyukur dan menyampaikan terima kasih, karena Komisi VIII bisa memperjuangkan anggaran pelunasan itu di Badan Anggaran (Banggar). “Sehingga di saat anggaran Kemendikbud dan Kemenristekdikti turun, Alhamdulillah anggaran Kemenag naik,” jelasnya.

Lukman menuturkan sedianya anggaran Kemenag mencapai Rp 56,21 triliun. Kemudian dalam Inpres 4/2017 tentang Efisiensi Belanja Barang, anggaran Kemenag dipotong Rp 1,3 triliun. Sehingga anggaran Kemenag berkurang menjadi Rp 54,82 triliun. Alokasi ini belum termasuk kucuran anggaran pelunasan hutang TPG sebesar Rp 4,63 triliun.

Politisi PPP itu menegaskan tambahan anggaran Rp 4,63 triliun itu tidak akan diotak-atik untuk keperluan lain. “Uang ini sepenuhnya untuk melunasi hutang TPG,” jelasnya. Lukman mengakui para guru selama ini pasti sudah menungu kejelasan pembayaran hutang TPG itu.

Dalam data Kemenag, tunggakan hutang TPG itu terjadi sejak 2015 lalu. Sasaran penerima TPG yang terhutang, ada dari kelompok guru swasta (non PNS) dan guru PNS. Sebagian besar hutang TPG itu untuk membayar selisih tunjangan bagi guru swasta yang menerima SK inpassing. Dengan SK inpassing itu, besaran TPG yang diterima disetarakan dengan guru PNS. Sementara bagi guru swasta tanpa SK inpassing, besaran TPG dipatok Rp 1,5 juta/bulan.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid mengatakan mereka benar-benar menekan pemerintah supaya mengalokasikan uang untuk membayar hutang TPG. “Komisi VIII mengancam tidak akan mengesahkan APBN 2018 jika pemerintah tidak anggarkan uang untuk bayar hutang TPG,” jelasnya.

Bahkan Komisi VIII DPR bertemu langsung dengan Wapres Jusuf Kalla terkait pembayaran hutang itu. Akhirnya Menkeu Sri Mulyani bersedia mengeluarkan uang untuk membayar hutang TPG. Sodik menegaskan bagaimanapun kondisi keuangan negara, hutang TPG wajib dilunasi secepatnya. Sebab terkait hak guru dalam menjalankan profesinya.

Sodik mengatakan jika ada sumber dana talangan, sebaiknya hutang segera dibayarkan. Tetapi jika tidak ada dana talangan, hutang bisa dibayarkan paling lambat Januari 2018 nanti. Dia berharap Kemenag memprrbaiki data guru supaya kerancuan data sehingga muncul hutang TPG tidak terjadi lagi. (wan/jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top