Program ADP-Sul Masuk di APBD-Perubahan – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

Program ADP-Sul Masuk di APBD-Perubahan

Pasangan ADP-Sul pemenang Pilwali Kota Kendari.

KENDARIPOS.CO.ID — Masa jabatan Wali Kota Kendari, Dr Asrun tidak akan lama lagi. Oktober nanti, ia harus menyerahkan kendali pemerintahan kepada Wali Kota Kendari terpilih, Adriatma Dwi Putra (ADP). Tentunya, supaya ada kesinambungan program, harus ada koordinasi di saat masa transisi seperti ini. Utamanya saat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2017.

Sebab nantinya, APBD-P yang akan disahkan bersama DPRD itu akan menjadi rujukan pelaksanaan tata kelola pembangunan di metro ini hingga pembahasan APBD 2018 nantinya. Ternyata sudah ada sinergi soal itu. Saat dikonfirmasi, Dr Asrun mengaku dalam menyusun APBD-P telah disesuaikan dengan program penerusnya. “Kita akan konsolidasikan programnya. Tentunya dalam penyusunan APBD-P nanti, juga akan memuat visi pemerintahan berikutnya,” kata Asrun, Senin (24/7).

Apakah diperlukan sebuah tim sinkronisasi untuk membahas hal tersebut? Menurut Asrun tidak perlu. Sebab, dirinya akan langsung melakukan komunikasi dengan ADP-Sul mengenai sinkronisasi program dimaksud. “Tidak perlu (tim sinkronisasi,red). Kita komunikasikan saja,” kata salah satu wali kota terbaik nasional versi Jawa Pos Group tersebut.

Lebih rinci, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kendari, Askar Mahmud menjelaskan, pihaknya sudah mengidentifikasi beberapa program yang termaktub dalam visi dan misi pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari terpilih. Diantaranya mengenai beberapa program di sektor infrastruktur.

“Yang kami akan komunikasikan itu soal pembenahan jalan, terutama di kompleks perumahan, kemudian smart poin. Kami juga akan melakukan pertemuan dengan Pak Adriatma untuk membahas lebih rinci mengenai visi dan misinya,” kata Askar, Senin (24/7). Lebih jauh dia menjelaskan, sesuai ketentuan, dalam peralihan pemerintahan seperti yang terjadi di Kota Kendari saat ini, pembahasan program kerja tetap merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Dalam hal ini, masing-masing pemerintahan akan menetapkan RPJM tersebut.

“Disela pergantian itu, ada namanya rencana kerja transisi (RKT). Itulah yang akan disinkronkan. Jadi RPJM wali kota berikutnya akan ditetapkan enam bulan pasca dilantik. Selang itu, RKT tadilah yang akan dijalankan terlebih dahulu,” bebernya. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Samsudin Rahim sangat mendukung adanya sinkronisasi tersebut. Menurutnya, selain program daerah telah termaktub dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), sinkronisasi juga diperlukan untuk menyelaraskan pembangunan meski ada pergantian pemerintahan.

“Kalau perlu RPJM pemrintah berikutnya dipercepat. Tiga bulan sudah bisa ditetapkan, supaya akselerasi pembangunan bisa disegerakan. Saya juga menyarankan agar isu lingkungan hidup dapat diakomodir dalam RPJM pemerintahan selanjutnya,” ujar Samsudin di ruang kerjanya.
Ditemui terpisah, Sulkarnain, Wakil Wali Kota Kendari terpilih, menyampaikan bahwa pemerintahan yang akan dijalankan bersama tandemnya, Adriatma Dwi Putra, yakni mengusung konsep keberlanjutan. Maksudnya, program kerja yang telah dicanangkan Asrun saat ini, tetap akan dilanjutkannya.

“Sedari awal kita memang berkomitmen meneruskan pembangunan. Lagipula pemerintahan saat ini sudah sangat baik, kami tinggal meneruskan program yang sedang maupun yang akan dikerjakan. Sinkronisasinya tidak akan sulit,” tukasnya saat Kendari Pos menyambangi kediamannya.

Mengenai RPJM yang akan disusun dalam pemerintahan nantinya, Sulkarnain tidak membantah jika isu lingkungan hidup menjadi perhatian mereka. Selain itu, program pengembangan teknologi informasi dan telekomunikasi juga akan menjadi fokus pembangunannya. “Saya kira usul DPRD sudah benar. Kami memang akan fokus juga disitu. Termasuk mengenai masalah banjir, itu akan kami teruskan juga program yang sudah dikerjakan oleh pemerintah saat ini,” tutupnya. (Alfin)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top