Presiden Setuju Konawe Jadi Kawasan Industri – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Presiden Setuju Konawe Jadi Kawasan Industri

Bupati Konawe saat meninjau industri di Morosi bersama anggota DPR RI Dede Yusuf. Dok/KP

KENDARIPOS.CO.ID — Masyarakat Konawe patut bersyukur punya kepala daerah seperti Kery Saiful Konggoasa. Komitmennya memajukan daerah dan memberikan kesejahteraan kepada warganya sungguh luar biasa. Teranyar, dia berhasil meyakinkan Presiden Joko Widodo untuk memberikan izin menjadikan Konawe sebagai kawasan industri.

Kery sangat yakin, dengan jadinya Konawe sebagai kawasan industri, maka peluang untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat makin besar. Makanya, dirinya minta supaya semua pihak memberi dukungan penuh. “Alhamdulillah, perjuangan kita disetujui pemerintah pusat. Ini langkah maju untuk Konawe lebih baik,” ungkap mantan Ketua DPRD Konawe tersebut.

Penjelasan lebih detail tentang adanya persetujuan pemerintah pusat untuk menjadikan Konawe sebagai kawasan industri disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pusat Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Konawe, H. Burhan. Menurut dia, presiden menyetujui penerbitan izin kawasan industri seluas 5.500 hektar.

“Kami baru saja pulang dari Jakarta mengurus izin tersebut,” ujar Burhan, Senin (24/7/2017). Lebih jauh Burhan menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe sebenarnya sudah siap sejak lama menerapkan hal itu. Hanya saja terkendala izin presiden. Namun akhirnya semua klir, setelah ada pertemuan antara Pemkab Konawe, investor dan pemerintah pusat pekan lalu.

Dalam pertemuan itu, dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan serta dihadiri bersama kementerian terkait. Ada beberapa keputusan penting yang dihasilkan. Salah satunya, semua kementerian terkait sepakat untuk ikut membantu proses percepatan penerbitan izin kawasan industri di Konawe. Sedangkan untuk kendala area pertanian yang ada di dalam kawasan tersebut, kementerian terkait telah menyepakati dengan mengajukan syarat. Yakni, lahan pertanian yang digunakan untuk kawasan industri bisa digantikan dengan lahan lainnya di luar kawasan tersebut.

“Kita sangat bersyukur karena sudah ada izinnya. Diperkuat lagi dengan Peraturan Presiden (PP) nomor 3 tahun 2016 tentang percepatan program strategis nasional. Serta Instruksi Presiden (Inpres) nomor 1 tahun 2016 tentang kewajiban bagi kementerian, gubernur, wali kota dan bupati supaya melakukan penyesuaian terhadap program tersebut,” jelasnya.

Menurut Burhan, selama hampir tiga tahun ini, kendala di lapangan hanyalah pengurusan izin ke pemerintah pusat. Makanya, pengelola industri di Morosi yang awalnya dipegang PT Konawe Putra Propertindo gugur karena tidak bisa mengurus izin. Kemudian digantikan Perusahaan Daerah (Perusda) Konawe dan PT. Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI). “Perlu saya luruskan, bahwa ada dua hal yang harus diketahui tentang area industri ini. Ada yang namanya kawasan industri, dan ada pabrik industri. Kalau kawasan itu wadahnya, dan pabrik adalah bagian perusahaan yang beroperasi di dalamnya,” terangnya.

Ia mencontohkan, PT. VDNI selama ini hanya mengelola pabrik industri saja dan sementara berjalan. Luas area yang dikelola hanya 1.200 hektar. Namun, sampai sekarang baru sekira 400 hektar yang diolah. “Luas total kawasan industri yang sudah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat adalah 5.500 hektar. Nantinya, PT. VDNI akan mengelola lahan seluas 2.200 hektar, itu sudah inklud area pabriknya sekarang. Sementara untuk Perusda akan mengelola kawasan seluas 3.300 hektar,” bebernya.

Lanjut Burhan, terkait izin tertulisnya akan diselesaikan paling lambat dalam waktu satu bulan ini. Nantinya, Perusda dan PT. VDNI akan mengurusnya secara paralel. Perusda mengurus izin yang ada di daerah, sementara PT. VDNI mengurus izin yang ada di pusat. “Kita upayakan tahun ini bisa diurus semuanya,” tandasnya. (b/hel)

Komentar

komentar

1 Comment

1 Comment

  1. kim gamoro

    26 Jul 17 00:05 at 00:05

    Oki saru no warga sina nggo berkuasa ikiro i Morosi?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top