Pembebasan Lahan Jembatan Teluk Kendari Belum Tuntas – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Sulawesi Tenggara

Pembebasan Lahan Jembatan Teluk Kendari Belum Tuntas

La Ode Ali Akbar

KENDARIPOS.CO.ID — Komitmen Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XIV Sulteng dan Sultra untuk menalangi sisa pembebasan lahan pembangunan Jembatan Teluk Kendari belum direalisasikan hingga kini. Padahal, dalam pertemuan dengan pihak Pemprov Sultra dua bulan lalu, pihak balai telah berjanji untuk segera melunasi lahan warga. Bahkan pihak balai mengaku dana pembebasan lahan sudah siap dalam APBN induk 2017 ini, jumlahnya sekira Rp 7 miliar.

Komitmen pihak balai itu dibenarkan oleh Kepala Biro Administrasi Pemerintahan Setprov Sultra La Ode Ali Akbar. Dia mengaku tidak mengerti mengapa pihak balai belum menindaklanjuti perjanjian bersama itu. Namun faktanya hingga saat ini belum ada koordinasi yang dibangun dengan Pemprov untuk membahas teknis pembayaran lahan itu. “Kita belum tahu. Mereka belum koordinasikan juga. Terakhir bertemu bersama gubernur saat pertemuan dengan anggota DPR RI beberapa waktu lalu,” ujar La Ode Ali Akbar, Senin (24/7).

Seharusnya lanjut dia, jika dananya susah siap maka terlebih dulu harus ada koordinasi dengan pemerintah daerah. Sebab, yang mengetahui lokasi pemilik dan harga lahan adalah Pemprov Sultra. Sebab sebelumnya Pemprov sudah melunasi ganti rugi puluhan toko menggunakan dana APBD murni. Sehingga dikhawatirkan jika terjadi perbedaan nilai pembayaran maka akan memicu kecemburuan dari pemilik lahan lainnya. “Jalur koordinasi ini penting kita buka. Ini sensitif bagi masyarakat,” tambahnya.

Dia menyebutkan masih ada empat ruko dan satu bidang lahan bersertifikat lagi yang belum dibayarkan kompensasinya. Lahan dimaksud adalah laut bersertifikat yang terkena desain pembangunan jembatan sepanjang 1,3 kilometer itu. “Kalau di Lapulu itu sebenarnya kawasan kosong, tapi pemilik sertifikat yang punya tanah ini minta harga Rp 1,5 miliar,” ungkap La Ode Ali Akbar.

Lebih lanjut mantan Pj Bupati Buton Tengah itu mengatakan kemungkinan besar pembayaran itu akan dituntaskan sebelum akhir Desember. Mengingat nomenklatur pembayarannya sudah masuk dalam APBN tahun ini. “Kita tunggu saja sampai Desember, janjinya begitu,” tukasnya.
Meski urusan lahan itu belum tuntas, menurut Ali Akbar, proses pembangunan jembatan yang menelan anggaran sebesar Rp 702 miliar itu tidak terganggu. Saat ini pihak rekanan tetap fokus pada pembangunan fondasi. (ely/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top