OJK Identifikasi Tujuh Investasi Terindikasi Bodong di Sultra – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Ekonomi & Bisnis

OJK Identifikasi Tujuh Investasi Terindikasi Bodong di Sultra

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Otorisasi Jasa Keuangan (OJK) Sultra mengidentifikasi tujuh investasi terindikasi bodong yang ditawarkan di Sultra. Salah satu sumbernya dari dalam bumi anoa, sementara enam lainnya berpusat di luar Sultra. Saat ini, pihak OJK sementara berkoordinasi dengan satuan tugas (Satgas) waspada investasi untuk membuktikan kebenarannya.

Kasubag Pengawasan Bank OJK Sultra, Amiruddin Muhidu mengatakan, informasi terkait investasi yang terindikasi bodang yang bersumber dari Sultra didapatkan dari masyarakat melalui aparat kepolisian, kurang lebih dua pekan lalu. Investasi tersebut patut dicurigai karena nasabah cukup memasukan dana sebesar Rp 1 juta, untuk bisa mendapat pinjaman hingga Rp 12 juta.

“Kami belum bisa menyebutkan nama perusahaan yang menawarkan investasi yang terindikasi bodong ini, tapi yang pasti beroperasi dalam bentuk perusahaan terbatas (PT). Anehnya perusahaan ini, menawarkan investasi dan melayani pinjaman. Kami sementara berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan legalitas perusahaan dan jangan sampai usaha ini merugikan masyarkat,” ungkapnya.

Kata dia, pihaknya tidak menyebutkan nama perusahaan yang terindikasi tersebut, karena dikhawatirkan akan meresahkan masyarakat. Kemudian tidak tertutup kemungkinan usaha yang dicurigai akan menutup proses transaksinya untuk menghilangkan jejak.

“Kami buktikan terlebih dulu, agar tidak mengganggu proses identifikasi. Kalau sudah terbukti akan langsung kami tutup dan menyebutkan nama perusahaan,” tukasnya, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (24/10).

Sementara itu, pihak OJK Sultra, Ahmad Zaelani menjelaskan, saat ini pihaknya sementara mengindentivikasi enam usaha yang ditawarkan di Sultra, namun sumber berasal dari luar daerah. Olehnya itu, masyarkat diminta untuk waspada terhadap investasi yang menawarkan imbal hasil yang tidak wajar. Kemudian, harus dipastikan juga legalitas usaha yang investasi yang ditawarkan.

“Selain itu, biasanya investasi bodong menggunakan skema piramida terbalik, dimana anggota baru tidak mendapat imbal hasil. Kemudian, ada yang melibatkan publik figur, terkesan terlalu memudahkan, memiliki basis transaksi yang tidak jelas, biasanya berasal dari luar negeri dan banyak menggunakan sistem online,” jelas staf OJK Sultra tersebut.

Untuk diketahui, 21 Juli 2017 lalu Satgas waspada investasi kembali melakukan penghentian kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin yang dilakukan 11 entitas. Perusahaan yang ditutup adalah PT Akmal Azriel Bersaudara, PT First Anugerah Karya Wisata/First Travel, PT Konter Kita Satria, dan PT Maestro Digital Komunikasi.

Kemudian, PT Global Mitra Group, PT Unionfam Azaria Berjaya/Azaria Amazing Store, 4Jovem/PT Pansaky Berdikari Bersama, dan Car Club Indonesia/PT Carklub Pratama Indonesia. Selain itu, ada Koperasi Budaya Karyawan Bank Bumi Daya Cabang Pekanbaru, PT Maju Mapan Pradana/Fast Furious Forex Index Commodity/F3/FFM; dan PT CMI Futures. Totalnya sudah 43 entitas yang ditutup selama tahun 2017. (myu/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top