Luar Biasa ! Tanpa Gaji, Perawat Sukarela di Konkep Menantang Maut Demi Selamatkan Nyawa Pasien – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Konawe Kepulauan

Luar Biasa ! Tanpa Gaji, Perawat Sukarela di Konkep Menantang Maut Demi Selamatkan Nyawa Pasien

Para perawat sukarela ketika menuju ke salah satu desa untuk melihat masyarakat yang sakit. Foto : Mursalim/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Jangan ajarkan tentang arti keikhlasan kepada Nurhawa, Asma dan Norvi. Tiga perawat sukarela yang kesehariannya bertugas di Puskesmas Polara Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) ini rela “menantang maut” demi menyelamatkan pasien. Padahal, mereka tak punya status dan gaji yang jelas.

Mursalim, Langara

Jalan berbukit yang membentang dari Puskesmas Polara menuju Langara menjadi saksi bisu perjuangan tiga perawat muda sukarela dalam melaksanakan “misi” kemanusiaan. Tak hanya bahaya longsor, jurang di samping kiri-kanan jalan juga siap “melahap” kalau mereka terlena. Sungguh, perjalanan yang sangat berat, padahal mereka juga mesti memikirkan pasien yang akan dirujuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konkep.

Pemkab Konkep sudah menghitung, jarak antara pecahan Puskesmas Waworete itu ke Langara sekira 60 kilometer. Dalam kondisi normal (tidak hujan,red), perjalanan bisa ditempuh sampai 8 jam saja. Tapi kalau medannya licin, bisa lebih lama dari itu. Belum lagi mempertimbangkan bahaya dalam perjalanan. “Memang sangat berat. Tapi begitulah, kami lakukan ini demi membantu pasien,” kata Nurhawa, kepada Kendari Pos, Sabtu (22/7/2017).

Nurhawa, sudah beberapa bulan bertugas di Puskesmas Polara, tanpa status jelas alias tak memiliki surat keterangan (SK) bupati. Meski tidak memiliki SK, namun dia bersama dua rekannya Asma sebagai perawat dan Norvi sebagai petugas gizi tak mempersoalkan. Mereka lakukan itu demi mengaplikasikan ilmu dan membantu kemanusiaan.

Setiap hari, dengan semangat pengabdian yang luar biasa, wanita muda ini beranjak dari rumahnya di Desa Mosolo menuju Desa Roko-Roko Wawonii Tenggara, tempat Puskesmas Polara berada. Syukurnya, dia mendapat support dari sang suami. Pujaan hatinya itulah yang selalu mengantarnya menuju tempat bertugas. Termasuk kadang-kadang juga ikut membantu mengantar pasien rujukan.

Meski bekerja tanpa status, dia mengaku ikhlas. Menurutnya, membantu orang-orang yang membutuhkan sudah memberi kebahagiaan tersendiri. Soal rezeki, itu sudah ada yang mengaturnya. “Dari pada saya hanya duduk di rumah mendingan bantu melayani pasien. Setidaknya saya masih diberi kesempatan untuk bekerja. Kalau teman-teman gajian, kami dikasih juga walaupun sedikit,” jelasnya yang diaminkan Asma dan Norvi.

Hujan deras tak menjadi penghalang buat mereka dalam menjalankan tugas. Bagi ketiganya, menolong pasien jauh lebih penting, ketimbang memikirkan hal lain. Sudah kepalang basah, apapun risikonya, mereka akan tanggung dalam menjalankan tugas mulia ini. “Kami yakin, suatu saat nanti pasti akan ada hikmahnya,” timpal Asma.

Cerita lebih detail soal perjuangan menantang maut mendaki bukit bahkan menerjang ombak disampaikan Ahmed Saleh. Pria 31 tahun ini bekerja di tempat yang sama dengan Nurhawa dan kawan-kawan. Hanya bedanya, dari sisi nasib mungkin lebih baik, karena sudah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

1 of 3

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top