Kepala BPKAD Sultra : Tahun Ini Tak Ada Saving Dana Alokasi Khusus – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Sulawesi Tenggara

Kepala BPKAD Sultra : Tahun Ini Tak Ada Saving Dana Alokasi Khusus

Hj Isma

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah daerah semakin “terjepit” dalam pengelolaan anggaran. Tahun ini, pemotongan Dana Alokasi Khusus kembali akan diberlakukan. Hanya saja mekanismenya berbeda dengan tahun 2016. Jika saat itu, sebagian besar daerah mengalami pemotongan rata-rata 10 persen, kali ini pemotongan akan bergantung pada nilai kontrak hasil lelang proyek dana alokasi khusus (DAK) itu.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sultra, Hj Isma menuturkan daerah semakin tercekik dengan persoalan anggaran itu. Pasalnya, dana saving proyek yang dibiaya oleh DAK itu tidak akan ditransfer lagi ke daerah seperti tahun-tahun sebelumnya. Misalnya, jika kegiatan di daerah dengan pagu anggaran yang disetujui pemerintah pusat sebesar Rp 100 miliar lalu saat lelang proyek hanya senilai Rp 90 miliar dalam perjanjian kontrak, maka dana yang akan ditransfer sebesar nilai kontrak itu. “Kalau tahun-tahun sebelumnya ditransfer semua, tapi tahun ini harus sesuai kontrak,” ungkap Hj.Isma, kepada Kendari Pos.

Dia melanjutkan sisa anggaran itu juga secara otomatis kembali ke kas negara. Tak ada yang masuk ke daerah lagi. “Coba kalau ditransfer meski lebih kita bisa usulkan kegiatan lain,” ujarnya. Hj. Isma menduga, kebijakan itu dilakukan pusat karena keterbatasan anggaran saat ini. Sehingga banyak terobosan baru yang dibuat oleh kementerian keuangan. Bukan hanya itu, dana transfer itu tak akan sampai ke daerah bila laporan realisasi anggaran kegiatan pada triwulan sebelumnya belum dituntaskan. “Sekarang ini kita harus bekerja ekstra, makanya setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD), apalagi yang punya DAK itu saya desak terus supaya segera mencairkan anggaran kegiatan,” katanya.

Saat ini kata Hj. Isma, SKPD masih sangat minim dalam hal serapan anggaran. Baru satu SKPD yang serapannya diatas 50 persen. Sayangnya ia tak menyebutkan SKPD dimaksud. Sementara secara keseluruhan, serapan anggaran sudah mencapai 39 persen pada semester satu ini. (ely/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top