Temuan 29 Ton Gula Rafinasi di Kolut Masih Diusut – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Temuan 29 Ton Gula Rafinasi di Kolut Masih Diusut

KENDARIPOS.CO.ID — Penyidik Satreskrim Polres Kolaka Utara (Kolut) masih menyidik pengiriman gula rafinasi dari Makassar ke Kota Kendari. Meski polisi sudah melepas dua sopir pengangkut puluhan ton gula untuk industri itu namun motif pengiriman dalam jumlah banyak masih ditelusuri. Bahkan Polres Kolut melibatkan penyidik ahli dari Polda Sultra dan Bogor, Jawa Barat guna keakuratan data.

Kasat Reskrim Polres Kolut, AKP Mohammad Salman mengatakan 29.460 bungkus gula pasir yang diangkut menggunakan truk dengan nomor polisi DW 8327 AH dan DD 9703 IZ yang dikemudikan Aswin alias Ewin dan Dahril alias Aco masih diamankan hingga saat ini sebagai barang bukti. “Kalau sopirnya tidak bersalah dan sudah dilepas. Dua truk dan dan gula rafinasi masih kita tahan,” ujar AKP Salman saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/7).

Berdasarkan SK Menperindag No 527/MPT/KET/9/2004, gula rafinasi hanya diperuntukkan bagi industri dan bukan dikonsumsi langsung karena harus melalui proses terlebih dahulu. Gula ini mengandung banyak bahan fermentasi sehingga menyebabkan masalah kesehatan.

Meski tidak menyebutkan nama pemilik gula tersebut namun penyidik sudah meminta keterangan di Makassar. AKP Salman menambahkan pihaknya juga masih menunggu hasil kerja tim ahli dari Bogor. Belum dipastikan kapan keterangan ahli diterima. “Jadi kita masih menunggu hasilnya saja,” tambah AKP Salman.

AKP Salman mengutarakan gula rafinasi yang dianggap berbahaya bagi kesehatan itu diproduksi UD. Benteng Baru Makassar dengan merek Sari Wangi. Saat ditemukan gula-gula itu dikemas dalam dos. Satu bungkus gula seberat satu kilogram. Polisi memastikan dari dua truk itu terdapat 29.460 bungkus. Jika ditotalkan mencapai 29 ton lebih. Dari hasil pemeriksaan diketahui jika gula itu dipesan seseorang berinisial AL. “Izin dari BPOM Sultra bukan palsu tetapi sudah kedaluwarsa dan baru akan mengurus lagi,” beber AKP Salman.

Gula rafinasi menurut AKP Salman, untuk industri namun banyak beredar di pasar untuk kebutuhan rumah tangga. Harganya murah dan tekstur gula lebih putih, bersih dan padat. “Untuk ketentuan pasal dan pidananya nanti ya jika sudah jelas hasilnya setelah keluar dari tim ahli,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dua truk pengangkut ribuan bungkus gula rafinasi itu diamankan pada 2 Juni lalu di Jalan Trans Sulawesi di Desa Totallang Kecamatan Lasusua oleh tim Satreskrim Polres Kolut. Kedua truk masih diamankan Mapolres Kolut. (rus/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top