Sasaran KIP Bertambah 1 Juta, Diprioritaskan Anak Yatim – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Nasional

Sasaran KIP Bertambah 1 Juta, Diprioritaskan Anak Yatim

KENDARIPOS.CO.ID — Di tengah pemangkasan anggaran yang mencapai Rp 1,88 triliun, Kemendikbud membawa kabar baik. Yakni bertambahnya jumlah sasaran penerima kartu Indonesia pintar (KIP). Tidak tanggung-tanggung, penambahan itu mencapai 1 juta anak lebih. Penambahan sasaran penerima KIP itu terungkap dalam rapat kerja antara Mendikbud Muhadjir Effendy dengan Komisi X di Jakarta.

Dalam APBN 2017 Kemendikbud, alokasi penerima KIP dipatok sebanyak 16,9 juta penerima. Dengan jumlah anggaran mencapai Rp 8,818 triliun. Namun pada pembahasan APBN Perubahan 2017 kemarin, disebutkan bahwa alokasi penerima KIP ditetapkan sebanyak 17,9 juta anak. Atau bertambah sebanyak 1 juta penerima. Dengan penambahan itu maka alokasi anggarannya bertambah menjadi Rp 9,512 triliun.

Usai rapat Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan sejatinya tahun ini alokasi penerima KIP adalah 17,9 juta anak. Namun dalam perkembangannya, saat APBN 2017 disahkan alokasinya dikepras menjadi 16,9 juta anak. ’’Nah sekarang dikembalikan lagi menjadi target awal yaitu 17,9 juta anak,’’ katanya.

Hamid menjelaskan Kemendikbud tidak akan repot mencari nama atau sasaran penerima KIP tambahan itu. Dia mengatakan akan menggunakan basis data yang ada di data pokok pendidikan (dapodik). Hamid menjelaskan nantinya anak-anak yang baru ditetapkan mendatkan KIP akan bisa menerima uang bersamaan dengan yang lainnya.

Menurut Hamid prioritas utama dalam pemanfaatan tambahan sejuta penerima KIP adalah anak yatim. Dia mengatakan dari data pemerintah, jumlah siswa yatim saat ini mencapai 896 ribu anak. ’’Dari jumlah itu, ada 45 ribu anak yatim yang tinggal di panti asuhan. Sisanya tinggal bersama keluarga,’’ jelas dia.

Wakil Ketua Komisi X DPR Ferdiansyah menjelaskan keputusan mengembalikan sasaran penerima KIP dari 16,9 juta menjadi 17,9 juta ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Dia menyambut baik keputusan itu. Politisi dari Golkar itu berharap Kemendikbud memiliki data akurat untuk menetapkan penerima KIP. Khususnya dari yang tambahan satu juta anak itu.

“Sehingga semangat program Indonesia pintar (PIP) melalui KIP itu bisa tepat sasaran,’’ jelasnya. Jangan sampai ada anak dari keluarga kaya mendapatkan KIP. Sementara ada anak dari keluarga miskin kesusahan mencukupi biaya pendidikan tidak menerima KIP.

Sejatinya anggaran Kemendikbud dipotong Rp 1,818 triliun. Namun sudah ditetapkan bahwa pemangkasan anggaran itu tidak boleh berdampak pada program prioritas nasional. Diantaranya adalah pemberian KIP untuk anak atau siswa miskin. Sehingga penambahan anggaran untuk program KIP itu diambil dari satuan kerja (satker) utama Kemendikbud. Misalnya dari Setjen Kemendikbud Rp 19 miliar, Balitbang Kemendikbud Rp 25 miliar, Ditjen Kebudayaan Rp 50 miliar, serta dari Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Rp 101 miliar. (wan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top