Enam Saksi Bicara di Sidang Umar Samiun, Akil dan Arbab Jadi Saksi Kunci – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Enam Saksi Bicara di Sidang Umar Samiun, Akil dan Arbab Jadi Saksi Kunci

KENDARIPOS.CO.ID — Persidangan kasus dugaan suap Bupati Buton non aktif Samsu Umar Abdul Samiun kembali digelar. Agendanya masih seperti sebelumnya yakni pemeriksaan saksi-saksi. Jumat (21/7), enam orang saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Secara umum, mereka bicara soal aliran dana Rp 1 M yang didakwakan diberikan Ketua PAN Sultra itu kepada Akil Mochtar, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2011 lalu.

Yang menarik, kubu Umar Samiun justru menganggap kesaksian para saksi malah membuat mereka lega karena keterangannya justru meringankan. “Dakwaan bilang duit ditarik setelah empat hari di transfer. Sementara saksi menyebut duit itu dialih rekeningkan di hari yang sama,” kata kuasa hukum Umar Samiun, Saleh SH, MH, usai sidang.

Sidang kasus suap tersebut digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya Jakarta Pusat, Jumat (21/7). Keenam saksi yang dihadirkan adalah Posma Paido Tua Sarumpaet, staf hukum Bank Central Asia (BCA), Pimpinan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Rakyat Indonesia (BRI), Nanda Ayu Lestari serta Meita Tias Wahyuningrum. Kemudian  I Gede Candrayasa Hartawan, Manajer Bank Mandiri Prioritas Cabang Gambir Jakarta, Andri Antoni, Kepala Cabang Bank Mandiri Prioritas Diponegoro, Pontianak. Sedangkan satu saksi lainnya yakni, Yusman Haryanto yang merupakan ajudan Umar Samiun dari anggota Polri.

Dipimpin hakim ketua Ibnu Basuki, sidang dugaan suap Bupati Buton non aktif tersebut dimulai pukul 09.00 Wita. Saksi Yusman Heryanto menjadi memberikan kesaksian pertama dalam sidang tersebut. Yusman dicecar pertanyaan terkait dengan hubungannya dengan Umar Samiun sampai pertanyaan terkait dengan maksud dan tujuan mengirimkan uang ke rekening CV Ratu Samagat.

“Saudara saksi, apakah anda mengetahui maksud dari pengiriman uang Rp 1 miliar tersebut ke CV Ratu Samagat?,” tanya Ibnu kepada Yusman didalam persidangan. Menjawab itu, Yusman mengaku tidak tahu persis ihwal pengiriman uang tersebut. “Saya tidak tahu yang mulia. Saya sempat bertanya kepada beliau (Umar Samiun) namun beliau mengatakan ikhlaskan saja untuk Arbab (Paproeka). Jadi saya berpikir uang tersebut diperuntukan memang untuk Arbab,” tuturnya.

Usai persidangan, kuasa hukum Samsu Umar Abdul Samiun, Saleh SH, MH mengungkapkan bahwa dakwaan dari jaksa sudah terbantahkan. Alasannya, karena adanya kesaksian dari Andri Antoni selaku Kepala Cabang Bank Mandiri Prioritas Pontianak Dipenogoro. “Dalam dakwaan, Pak Samsu (Umar Samiun) disebut mentransfer ke Akil Mochtar pada tanggal 18 Juli 2012. Uang itu kemudian diambil tanggal 24 Agustus 2012. Tapi tadi (kemarin) itu terbantahkan dengan kesaksian dari pihak bank,” ujarnya.

Saleh melanjutkan, bahwa CV Ratu Samagat itu memiliki dua rekening yakni rekening jenis giro dengan nomor belakang rekening, 999 dan satu jenis rekening tabungan bisnis dengan nomor belakang rekening 888. “Uang pak Samsu itu dikirim dan sudah masuk ke rekening giro yang belakangnya 999 dan  di hari yang sama itu sudah pindah langusung ke rekening 888. Itu fasilitas dari bank. Itu artinya, rekening 999 sudah kosong. Sementara jaksa dalam dakwaannya uang diambil sebulan kemudian. Lalu uang siapa yang diambil dalam dakwaan jaksa,” tuturnya.

Atas dasar tersebut, dua saksi kunci untuk menyelesaikan masalah ini adalah Akil Mochtar sendiri dan Arbab Paproeka yang dikatakan dalam dakwaan sebagai penghubung Samsu Umar Samiun dengan Akil Mochtar. “Dengan kesaksian dari pihak bank tersebut, Akil sesungguhnya tidak tahu ini uangnya Umar. Jadi agar semua clear, maka Akil dan Arbab harus dihadirkan bersama untuk dikonfrontir, mereka kuncinya,” pungkasnya. (yog)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top