Uang Koin, Oleh : Slamet Ristanto – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Kolom

Uang Koin, Oleh : Slamet Ristanto

KENDARIPOS.CO.ID — Jangan sepelekan uang receh. Termasuk uang logam! Waktu SMA kami menabung uang logam atau koin pecahan 100 ke dalam kaleng bekas cat. Ternyata dari pecahan 100 rupiah itu jika terkumpul bisa untuk membayar biaya kuliah. Begitu saya diterima di sebuah perguruan tinggi di Manado, tabungan dalam kaleng bekas cat itu dibuka dan dihitung ternyata jumlahnya mencapai Rp. 220.000.

Tentu setelah itu ditukar dengan pecahan uang yang lebih besar agar mudah membelanjakannya. Pertanyaannya adalah, bagaimana mungkin uang sejumlah itu bisa untuk membayar uang kuliah? Bukankah biaya kuliah saat ini jutaan?

Hehe… para milenial mungkin heran. Tapi wajar saja karena rupiah kita terus terdepresiasi dari masa ke masa. Dulu uang kita masih berharga. Waktu itu pelajar naik angkot hanya bayar Rp 50 sekali naik. Harga emas juga masih Rp 4.000-an. Tahun 1984, SPP setahun hanya Rp 40.500 dan ditambah biaya pendaftaran, jaket, dll total hanya Rp. 130.000.

Lain lagi dengan Setiadi dari Depok Jawa Barat. Tahun lalu ia berhasil membeli sepeda motor seharga Rp 32 Juta dengan menggunakan uang koin Rp 1000 tipis. Tadinya sempat ditolak dealer sepeda motor karena semua dalam bentuk pecahan uang logam tetapi akhirnya ada yang menerimanya. Koin tersebut dikumpulkan sekitar 5 tahun dengan menggunakan 1 kaleng bekas cat ukuran 25 kilo dan 4 kaleng bekas cat ukuran 5 kilo.

Bagaimana Setiadi bisa mendapatkan koin Rp 1000 tipis dan akhirnya sukses mengumpulkannya? Sebelum uang dimasukkan kaleng, kaleng tersebut diberi oli sehingga begitu uang sudah kena oli maka dia dan keluarganya pasti sudah malas mengambilnya. Siapapun yang memiliki uang pecahan logam 1000 tipis langsung ditukarnya di samping uang logam seribuan dari sisa belanja istrinya sehingga cepat terkumpul. Setelah 5 kaleng bekas cat di atas penuh barulah dibuka, dicuci lalu dihitung.

Pembaca Kendari Pos yang saya hormati. Untuk menjadi banyak dimulai dari sedikit. Pepatah mengatakan, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Namun itu baru bisa kalau kita lakukan dengan rutin atau disiplin. Kita harus rela bersusah-susah atau berkorban terlebih dahulu untuk mewujudkan sebuah tujuan. Semoga tulisan ini menginspirasi. Salam GrowinG!
*) Praktisi perbankan, buku-bukunya banyak beredar di Gramedia dan toko buku online. Twitter: Penyair Finansial @SlametRistanto & IG: penyair_finansial / Slamet Ristanto)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top