Perang Dengan Campak Dan Rubella, Pemerintah Siapkan Vaksin MR – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

Perang Dengan Campak Dan Rubella, Pemerintah Siapkan Vaksin MR

Grafis (David Prasetyo/Jawa Pos)

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah menabuh genderang perang terhadap penyakit campak dan rubela. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek Rabu (19/7) mengumumkan bahwa vaksin measles rubella (MR) masuk dalam deretan vaksin wajib. Artinya, semua anak Indonesia harus mendapatkan vaksin itu tanpa terkecuali demi membebaskan Indonesia dari belenggu penyakit campak dan rubela.

Masuknya vaksin MR dalam deretan vaksin wajib menjadi babak baru dalam dunia kesehatan tanah air. Vaksin tersebut termasuk mahal. Untuk sekali imunisasi, biayanya Rp 350 ribu. Karena itu, bagi anak-anak di Jawa saja, dibutuhkan anggaran Rp 740 miliar. Vaksinasi MR di Jawa akan dilakukan serentak mulai Agustus sampai September. ’’Ini masih sebagian (diberikan). Tapi, kami akan maju terus,’’ kata Nila.

Selain MR, sebenarnya vaksin HPV yang dibutuhkan untuk mencegah kanker serviks dan mulut rahim juga mendesak diberikan. Karena keterbatasan anggaran dan skala prioritas, MR diberikan lebih dulu untuk melengkapi vaksin BCG, DPT, TT, polio, campak, hepatitis B, influenza, dan meningitis yang lebih dulu diwajibkan.

Menurut Nila, rubela sebenarnya tidak akan sampai membahayakan nyawa. Namun, dampak yang ditimbulkan berupa kecacatan. Pada anak-anak, dampaknya bisa berupa katarak yang bisa berujung pada kebutaan. Tidak jarang pula bayi lahir dalam kondisi katarak karena ibunya terjangkit rubela. Rubela juga bisa mengakibatkan ketulian pada bayi.

Dengan vaksin MR, Nila yakin persebaran virus rubela bisa dibendung. Dengan demikian, ke depan kasus bayi lahir dalam kondisi katarak atau tuli bisa semakin menurun.

Bagaimana dengan anak-anak yang telanjur terkena rubela atau dampak virus tersebut? Nila mengaku tidak banyak opsi yang bisa dilakukan. ’’Kalau katarak, kami upayakan operasi sebelum usianya mencapai tiga bulan,’’ lanjut spesialis mata itu. Sebab, operasi bisa lebih sulit bila bayi sudah berusia lebih dari tiga bulan.

Yang membuat repot justru dampak setelah operasi katarak itu. Mau tidak mau, bayi yang telah dioperasi katarak harus memakai kacamata sebagai alat bantu penglihatan.

Direktur Surveilans, Imunisasi, Karantina, dan Kesehatan Matra Kementerian Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi menuturkan, kampanye vaksin MR di Indonesia akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan di Jawa pada Agustus hingga September nanti.

Tahap kedua dilakukan tahun depan pada bulan yang sama yang akan menyasar anak-anak di luar Jawa. Selanjutnya, vaksin MR diberikan secara berkelanjutan untuk anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas I sekolah dasar (SD). ’’Memang, sasarannya adalah anak usia 9 bulan hingga 15 tahun,’’ kata Jane.

Mengapa demikian? Sebab, anak memiliki kekebalan tubuh yang rendah jika dibandingkan dengan orang dewasa.

Jane menambahkan, virus rubela hanya bisa hidup di tubuh manusia. ’’Kalau manusianya sudah punya antibodi, virusnya tidak memiliki inang. Lama-lama akan punah,’’ jelasnya.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top