Fasilitas Kesehatan Maksimal, Jaminan Kesehatan Bisa Sukses – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Metro Kendari

Fasilitas Kesehatan Maksimal, Jaminan Kesehatan Bisa Sukses

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kendari, dr. Dina Diana Permata, AAK (kanan) menyimak penjelasan dr. H Zamrud Sp.THT (kiri). Foto : LM SYUHADA RIDZKY / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Animo masyarakat terhadap program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sangat tinggi. Melihat kondisi itu, BPJS Kesehatan Cabang Kendari terus meningkatkan pelayanan terhadap peserta JKN di Sultra.

Salah satu upaya peningkatan pelayanan itu, BPJS Kesehatan memperkuat kemitraan melalui pertemuan sosialisasi pelayanan rujukan kepada Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) tingkat provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (19/7) di Grand Clarion Hotel Kendari.

“Tahun ini, kami mengusung tema bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit melalui pemahaman pada fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit yang ada diwilayah kerja BPJS Cabang Kendari,” ungkap dr. Dina Diana Permata, Kepala Cabang BPJS Kendari.

Menurut dr Dina, kesuksesan program JKN tidak hanya ditopang oleh BPJS Kesehatan tetapi butuh dukungan maksimal dari fasilitas kesehatan (rumah sakit) sebagai mitra. Dengan demikian, peserta JKN akan mendapatkan pelayanan yang baik dari fasilitas kesehatan. “BPJS Kesehatan tidak bekerja sendiri dalam menjalankan program ini. Peserta JKN lebih banyak berhadapan langsung dengan fasilitas kesehatan. Misalnya, kalau ada yang sakit yang memberi perawatan adalah rumah sakit, bukan BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

dr. Dina Diana Permata menegaskan tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan BPJS Kesehatan masuk dalam kategori tinggi. Hal itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan tahun ini. Tingkat kepuasan mencapai 76.8 persen. “Pada survei awal, masyarakat sudah puas pelayanan atas kami. Artinya, fasilitas kesehatan komitmen terhadap layanan kepada peserta JKN. Persentase tersebut sudah mengalami peningkatakan dari sebelumnya, namun kita inginkan bisa mencapai 80 persen,” terangnya.

Setelah sosialisasi ini, BPJS Kesehatan akan melakukan evaluasi untuk mengkaji kendala atau keluhan yang dialami masyarakat. Rupanya, lanjut dr.Dina Diana Permata masih ada beberapa yang dikeluhkan, seperti biaya, antrian panjang, ketersediaan obat dan rawat jalan. “Empat keluhan itu yang kita bahas dengan menghadirkan manajemen rumah sakit. Sebab merekalah decision maker atau pengambil kebijakan di rumah sakit. Saya berharap mereka tetap komitmen dengan program kami, dalam rangka menghadapi lonjakan jumlah peserta JKN. Misalnya, pihak rumah sakit mulai menyusun strategi untuk mengurai antrian yang terlalu lama. Disinilah menajemen rumah sakit harus sudah merubah pola-pola lama,” pungkas dr.Dina Diana Permata. (ikl/ima/b)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top