Parah! Seorang Guru Tega Cabuli Muridnya – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Parah! Seorang Guru Tega Cabuli Muridnya

HB Guru Cabul (Radar Nunukan/Jawa Pos/Kendaripos Group)

KENDARIPOS.CO.ID — DW, seorang guru honorer di Nunukan, dituntut 9 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum pada Kejari Nunukan. Menurut jaksa, DW dinilai terbukti pencabulan terhadap muridnya.

Terkait tingginya tuntutan tersebut menurut jaksa, karena HB dinilai terbukti melakukan tindakan pidana sebagaimana dengan dakwaan yang disangkakan ke terdakwa pada sidang sebelumnya.

“Kami tuntut 9 tahun karena memang terbukti dilakukan secara berulang-ulang dengan korban yang lebih dari satu orang dan juga terdakwa ini seorang tenaga pendidik. Ada tiga pasal yang disangkakan kepada terdakwa,” ujar Husni kepada Radar Nunukan (Kendari Pos Group), ketika di wawancarai usai sidang yang digelar secara tertutup itu, Selasa (18/7).

Adapun pasal yang didakwakan yakni, pasal 82 ayat (4) peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) nomor 1/2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23/2002 jo pasal 82 ayat (2) UU RI nomor 34 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23/2002 jo pasal 76E UU RI nomor 35/2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23/2002 tentang perlindungan anak jo pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman pidana penjara 9 tahun.

“Jadi, pasalnya juga sesuai dengan peratuan pemerintah pengganti undang-undang. Apalagi perbuatannya ini meresahkan warga dan melawan hukum. Jadi, terdakwa dituntut sesuai dengan kesalahannya,” ungkapnya.

Kata Husni, usai dirinya menyampaikan tuntutan, hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa apakah akan melakukan pembelaan, baik dilakukan secara lisan atau tertulis. Namun, melalui penasihat hukumnya, Hasrul meminta menyampaikan pembelaan secara lisan.

Pada sidang sebelumnya, HB membenarkan perlakuannya mencabuli anak didiknya. Meski mengakui perbuatannya, HB sempat menjelaskan kepada hakim jika perbuatannya tersebut dilakukan lantaran menghukum karena tidak mengerjakan Pekerjaaan Rumah (PR) yang diberikannya.

Sementara, penasihat hukum terdakwa juga sempat menghadirkan tiga orang saksi meringankan. Namun, ketiganya dianggap tidak terlalu meringankan terdakwa, lantaran tidak melihat langsung kejadian. Mereka bahkan tidak menyangka jika terdakwa melakukan perbuatan tersebut.(wnd/jpg/JPC)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top