Kemenristek Pastikan Rektor Terpilih Bukan Plagiator, Zamrun : Sekarang Sudah Clear – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Kemenristek Pastikan Rektor Terpilih Bukan Plagiator, Zamrun : Sekarang Sudah Clear

Rektor Terpilih UHO, DR Zamrun (hitam tengah) usai proses pemilihan. Dok/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) memastikan Dr Muh Zamrun bukan plagiator. Kesimpulan itu diperoleh setelah lembaga yang dinahkodai Muh Nasir menurunkan tim khusus untuk menginvetigasi kasus tersebut. Hasilnya, bukan hanya membuktikan kalau karya ilmiah rektor Universitas Halu Oleo (UHO) “bersih” dari segala tuduhan plagiat, tapi juga ditemukan fakta baru, bahwa hasil penelitiannya itu sangat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan.

Dirjen Sumber Daya Iptek-Dikti Kemenritek Dikti, Prof Ali Gufron mengungkapkan, dalam membuktikan karya ilmiah Dr Muh Zamrun plagiat atau bukan, pihaknya telah membentuk tim independen. Anggotanya sembilan orang dan mereka sangat kompeten di bidang masing-masing. “Hasil investigasi tim independen, tidak ditemukan ada unsur plagiat dalam karya ilmiah Dr Zamrun,” ujar Prof Ali Gufron saat menggelar konferensi pers di aula gedung D lantai II Kemenristek Dikti, Selasa (18/7).

Lebih jauh Prof Ali menjelaskan, tim independen melakukan telaah karya tersebut dengan sangat hat-hati. Semua dikaji sesuai keahlian masing-masing anggota tim. Endingnya, pada 14 Juli, tim ini menggelar pertemuan dan menghasilkan satu kesimpulan bahwa isi ketiga artikel Dr. Muh Zamrun Firihu tidak termasuk kategori tindak plagiat.

“Dalam melakukan telaah, tim lebih menekankan pada substansi dan kontribusi artikel yang ditulis terduga plagiator (Muh Zamrun,red). Khusus dalam bidang sains, teknologi, dan kedokteran kesamaan tekstual belum tentu merupakan tindak plagiat. Namun harus lebih ditekankan pada produk atau kontribusi terhadap pengembangan keilmuan yang dihasilkan penulis,” jelasnya.

Memang terdapat kesamaan di beberapa tulisan, lanjut Prof Ali, namun secara substansi tim independen menilai itu bukan bagian dari tindakan plagiat. Sebab, tulisan yang disajikan mengalami pembaruan dan indeksnya cukup tinggi. Zamrun juga memiliki road map dalam melakukan penelitian. “Jadi memang penelitiannya sudah pernah dilakukan orang lain, namun tidak mengutip secara utuh. Melainkan melakukan pembenahan yang belum pernah dicantumkan dalam penelitian sebelumnya,” jelasnya.

Masih menurut Prof Ali, dugaan plagiat yang dialamatkan ke Dr Zamrun juga menarik perhatian guru besar asal Jepang, Prof Kpuchi Hagino. Melalui pesan emailnya, ia sepakat kalau tindak plagiat tidak baik. “Prof Hagino sepakat plagiat itu tidak diperbolehkan. Namun melihat artikel Muh Zamrun, dia memiliki pendapat lain. Menurutnya, meski memiliki kesamaan pada artikel lainnya, tapi artikel Zamrun bukan lahir dari tindak plagiat,” terangnya.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top