Tiga Parpol Berpotensi jadi Gerbang Koalisi di Pilgub Sultra – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Politik

Tiga Parpol Berpotensi jadi Gerbang Koalisi di Pilgub Sultra

Eka Suaib

KENDARIPOS.CO.ID — Jadwal resmi tahapan Pilkada sudah diluncurkan. Sejumlah partai politik (Parpol) pun sudah dalam proses penjaringan Bacagub dan Bacawagubnya. Sejauh ini, sejumlah figur sudah menjajaki parpol yang memiliki kursi di DPRD Sultra. Diantaranya, Asrun, Ridwan Bae, Rusda Mahmud, Rusman Emba, Lukman Abunawas, Ali Mazi, Tina Nur Alam, Laode Masihu Kamaluddin, Abdul Rahman Farisi, Supomo, La Ode Ida, Sjafei Kahar, dan lainnya.

Pakar Politik Sultra, Dr. Eka Suaib mengatakan, melihat konfigurasi perolehan kursi parpol di legislatif saat ini, hanya tiga parpol yang menjadi gerbang untuk pembentukan koalisi. Pertama, koalisi yang dimotori oleh Partai Amanat Nasional (PAN), kemudian Partai Golkar dan PDIP. Alasannya, PAN memiliki sembilan kursi dari 45 kursi di DPRD Sultra, kedua Golkar tujuh kursi dan Demokrat sebanyak enam kursi. “PAN sudah cukup, tanpa koalisi. Sedangkan, lainnya masih belum aman atau masih butuh membutuhkan koalisi untuk dapat mengusung calon,” jelasnya saat ditemui di sekretariat Demokrat, Minggu (16/7).

Dosen Panscasarjana UHO ini menjelaskan, dalam pembentukan koalisi juga ada dua variabel yang menentukan. Pertama, variabel internal. Artinya, struktur peluang apa yang diraih oleh parpol ketika mengusung salah satu calon serta keuntungan hal baik apa yang akan diperoleh, pada jangka pendek maupun jangka panjang. Sedangkan, variabel kedua adalah aspek eksternal partai. Maksudnya adalah, hal ini berbicara tentang bagaimana konfigurasi politik pada level nasional ataukah juga figur yang diusung oleh partai-partai yang lain. Sehingga, akan memunculkan tiga calon yang dimotori oleh ketiga koalisi partai tersebut. “Dari dua variabel itu, maka dengan banyaknya kandidat (sekira lebih dari sepuluh) yang muncul membidik parpol, maka pasti ada yang tidak mendapatkan kursi,” jelasnya.

Ketua Prodi Ilmu Politik UHO ini menambahkan, dengan adanya yang gugur, haruslah membuat para kandidat yang berkeinginan maju mempersiapkan alternatif lain. Misalnya, jalur perseorangan atau independen. Sebab, kalau melihat kalkulasi perolehan kursi yang ada di DPRD Sultra, maka setidaknya ada tiga parpol yang akan bertarung, yakni PAN, Golkar dan Demokrat.

Kata dia, PAN sudah diatas angin untuk mengusung kader. Sekira 99,99 persen adalah milik Asrun. Kemudian, kemungkinan Rusda Mahmud mendapatkan Demokrat dan juga Golkar milik Ridwan Bae, keduanya pun memiliki peluang diusung. Namun demikian, setiap parpol memiliki kriteria untuk mengusung. Apakah nantinya faktor elektabilitas maupun track record, daya tarik masing-masing ataukah perolehan koalisi lainnya.

“Tapi, di Demokrat juga belum menetukan sikap, ditambah sekira sembilan yang mendaftar. Golkar juga demikian karena harus melakukan koalisi dengan parpol lainnya. Jadi, saya kira harus dipertimbangkan dengan mitra koalisinya yang tentu punya calon untuk dipasangkan 02. Sebenarnya masing-masing parpol mempunyai logika untuk mengusung calonnya,” jelasnya. Disamping itu, untuk parpol lain nampaknya ada beberapa partai yang berpeluang sebagai media paling tengah. Yakni PDIP, PKS dan Gerindra. (wan/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top