Tertangkap Menjambret, Dua Pria Ini Mengaku Demi Anak Yatim – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Tertangkap Menjambret, Dua Pria Ini Mengaku Demi Anak Yatim

ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Satreskrim Polrestro Tangerang akhirnya berhasil menguak motif penjambretan yang dilakukan Suryadi, 24, dan Muhammad Noh, 24, kepada Sekretaris Kelurahan (Sekel) Sukajadi, Uzi Muziatun, 52 yang terjadi di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Jumat (15/7).

Kapolres Metro Tangerang, Kompol Harry Kurniawan mengatakan terungkapnya aksi kejahatan jalanan yang menimpa korban setelah pihaknya menambak Suryadi dan Muhammad Noh saat dibekuk di depan bengkel Motor Desa Tambak Pasir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang pada Sabtu malam (16/7).  Penembakan terhadap kedua pelaku karena berusaha kabur saat ditangkap jajarannya. Dari hasil introgasi kepada dua pelaku motif jambret tersebut dilakukan untuk membiayai anak yatim piatu dan kebutuhan keluarga dua pelaku. ”Benar mereka mengaku itu kepada kami, karena memang kedua pelaku ini tidak punya uang buat membantu anak yatim di wilayah Serang,” katanya kepada INDOPOS(Kendari Pos Group), Senin (17/7).

Menurutnya, motif aksi kejahatan kedua warga Kecamatan Kibin ini karena selama ini pendapatan mereka sebagai karyawan pabrik tak menutupi biaya kebutuhan keluarganya dan kebutuhan anak yatim yang mereka bina. Karena, kebutuhan itulah keduanya melakukan aksi kejahatan terhadap Sekel Sukajadi. Penyelidikan, sambung Harry juga, kedua pelaku membagi tugas saat menjambret korban. Yakni Suryadi mengemudikan motor dan Muhammad Noh merupakan pemetik. Dari tangan mereka disita barang bukti berupa satu unit motor, satu unit handphone milik korban merk Samsung J5 Prime warna putih.

Sedangkan uang korban Rp 8 juta sudah habis digunakan korban untuk kebutuhan anak yatim piatu dan keluarga pelaku. ”Uangnya sudah habis dibelanjakan pelaku untuk membeli pakaian dan buku-buku anak yatim. Semua sudah kami amankan barang buktinya untuk kasus persidangan,” terangnya.

Sedangkan korban sudah pulih karena sudah diobati, soalnya lukanya cukup serius saat jatuh ketika di jambret oleh pelaku. Atas perbuatannya Suryadi dan Muhammad Noh diancam pasal 363 KUHP tentang Pencurian Dengan Kekerasan. Kedua warga Serang ini diancam 9 tahun penjara.

Seperti diketahui aksi penjambretan pada Sekel Sukajadi Uzi Muziatun terjadi saat dia hendak pulang ke rumahnya. Saat melintasi Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Karawaci, Jumat malam (15/7) lalu dengan motornya, korban pun langsung diserang.

Seorang pelaku dengan menarik tas korban yang ada di bagian pundak sebelah kanan. Tas tersebut berisi hadphone Samsung J5 dan uang tunai Rp 8 juta raib dijambret pelaku. Lantaran tarik menarik tas, korban pun terpental dan mengalami luka parah. Korban pun ditolong warga dan dilarikan ke RS Sari Asih karena luka pada bagian pelipis kanan, pipi kanan memar, tangan kanan retak dan dengkul kaki kanan luka.
Di tempat yang sama, salah satu pelaku Muhammad Noh menuturkan aksi jambret yang mereka lakukan itu baru kali pertama. Alasannya, anak yatim yang mereka bina itu membutuhkan biaya untuk membeli buku pelajaran dalam tahun ajaran baru.

Sehingga untuk membantu anak yatim tersebut aksi kejahatan itu dilakukan. ”Uangnya sudah habis buat santunan anak yatim sama belanja keluarga. Habis jika mengandalkan gaji dari buruh pabrik tidak mampu. Kami minta maaf atas masalah ini, karena memang butuh biaya,” tuturnya. (cok)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top