Terdakwa Dugaan Korupsi Proyek Dinsos Sultra Sakit, Sidang Ditunda Tiga Kali – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Terdakwa Dugaan Korupsi Proyek Dinsos Sultra Sakit, Sidang Ditunda Tiga Kali

KENDARIPOS.CO.ID — Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) kelas IA Kendari dibuat geram dengan ulah terdakwa dugaan korupsi pengadaan bahan bangunan proyek Dinas Sosial Sultra di Desa Latawaru, Kolut. Hakim marah lantaran terdakwa Titin Salama tidak hadir dalam sidang. Bukan kali ini, Titin Salama beralasan sakit. Setiap akan sidang, terdakwa selalu mengeluh sakit dan sidang pun ditunda. Dua kali sidang ditunda, hakim masih bersabar dan memaklumi kondisi terdakwa.

Kali ini, sidang yang sejatinya digelar Senin (17/7), kembali ditunda karena jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolut tak mampu menghadirkan terdakwa. Lagi-lagi, karena Titin Salama sakit. Dalam sidang kemarin, hakim ketua Irmawati Abidin, SH,MH meminta
jaksa segera mendatangkan terdakwa Titin Salama. Majelis hakim juga meminta jaksa segera berkoordinasi dengan pihak rumah tahanan (Rutan) kelas IIA Kendari agar terdakwa segera mengikuti persidangan.”Bagaimana jaksa, ini terdakwa bisa hadir atau tidak. Coba koordinasi kapan bisa terdakwa bisa ikut persidangan
. Soalnya sudah tiga kali ditunda karena terdakwa tidak hadir. Alasannya sakit,” ujar Irmawati Abidin saat membuka sidang Senin (17/7/2017).

JPU dari Kejari Kolut, Arief Fulloh, SH saat ditemui menjelaskan Titin Salama tidak bisa hadir mengikuti sidang karena sedang mengalami gangguan kesehatan, yaitu infeksi saluran kencing yang membuat terdakwa tidak bisa duduk berlama-lama. “Dari keterangan dokter di Rutan bahwa terdakwa sedang sakit infeksi saluran kencing. Dan bila duduk lama-lama terdakwa mengalami kesakitan, namun kami terus berkordinasi dengan pihak dokter agar terdakwa bisa mengikuti persidangan,” tuturnya.

Arief Fulloh, SH menjelaskan Titin Salama merupakan terdakwa tunggal dalam kasus tersebut. Dia berperan sebagai sub kontraktor dalam pengadaan bahan bangunan. Material bangunan diduga sesuai spesifikasi yang ada. Salah satunya item pekerjaan yaitu pengadaan kayu dimana dugaan JPU bahwa kualitas kayu yang digunakan tersebut tidak sesuai. “Kayu yang pakai itu kelas dua. Harus berspesifikasi kelas satu. Volume pekerjaan belum rampung juga dan akibat dugaan korupsi itu, negara mengalami kerugian sekira Rp 370 Juta,” tutupnya. (kmr/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top