Parah! Bullying Kembali Terjadi, Korbannya Mahasiswa Difabel – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Parah! Bullying Kembali Terjadi, Korbannya Mahasiswa Difabel

Mahasiswa difabel yang dibully di Gunadarma (Instagram TheNewBikinGregetan)

KENDARIPOS.CO.ID — Aksi bullying di kalangan pelajar kembali terjadi. Kali ini, tindakan memalukan itu melibatkan mahasiswa Universitas Gunadarma. Bahkan, yang lebih parah, yang di-bully adalah mahasiswa berkebutuhan khusus atau kaum difabel.

Berdasar pantauan Jawa Pos, tindakan tak terpuji tersebut dilakukan kepada seorang mahasiswa berkebutuhan khusus di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) Gunadarma Depok. Bahkan, aksi itu direkam dan diunggah ke media sosial (medsos). Video yang diunggah akun Instagram bernama @thenewbikingregetan tersebut pun menjadi viral dan menuai banyak respons dari publik.

Video itu menunjukkan seorang mahasiswa berkebutuhan khusus yang menjadi korban perundungan teman-temannya. Pria berkepala plontos yang mengenakan jaket abu-abu itu terlihat dikepung tiga pria. Mahasiswa lain hanya menonton dan mengabadikan aksi tersebut dengan menggunakan kamera ponsel. Yang miris, mereka seolah tak peduli dan tak menghiraukan tingkah laku tiga temannya itu.

Berdasar keterangan di video yang diunggah pada 15 Juli 2017 malam tersebut, perundungan oleh sekelompok mahasiswa itu berlangsung setiap hari. Bahkan, saking kesalnya, korban berusaha melempar para pelaku dengan tempat sampah.

Akun @thenewbikingregetan pun mencantumkan dua akun yang dianggap miliki si pem-bully. Di caption, pemilik akun tersebut berharap pihak kampus menindak tegas para pelaku. Humas BEM FIKTI Gunadarma Muchamad Susanto mengungkapkan, pihaknya sangat menyayangkan kejadian itu. ’’Kami sangat kecewa pada bullying tersebut,’’ ujarnya kemarin (16/7).

Pihak BEM FIKTI mengimbau siapa pun tidak boleh menghakimi individu maupun institusi. Kasus itu telah dikomunikasikan ke pihak kemahasiswaan FIKTI. ’’Kasus yang memalukan dan mencoreng kampus Gunadarma tersebut akan diusut dan diselesaikan,’’ tegasnya.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Gunadarma Irwan Bastian menyatakan, para pelaku bullying itu merupakan teman satu jurusan korban. ’’Kami sedang mencari tahu fakta-fakta kejadian tersebut,’’ ujarnya melalui siaran persnya. Irwan menerangkan, para pelaku telah mendatangi korban dan keluarganya untuk meminta maaf. ’’Pelaku menyesali kejadian itu,’’ tambahnya. Kendati begitu, kata Irwan, pihak kampus berjanji tetap mengusut dan menindak tegas para pelaku. Dengan begitu, diharapkan, kejadian serupa tidak terulang di Universitas Gunadarma.

Menanggapi kejadian memalukan tersebut, Dirjen Belmawa Kemenristekdikti Intan Ahmad menegaskan, hal seperti itu tidak boleh terjadi di kampus. Dia menyayangkan masih adanya perundungan di kampus, apalagi dilakukan kepada mahasiswa berkebutuhan khusus. ’’Kasus ini bisa berdampak tidak baik secara fisik maupun mental. Ya, saya tekankan, itu termasuk pelanggaran HAM. Saya rasa mahasiswa pem-bully harus diproses dan disanksi tegas supaya ada efek jera,’’ tegasnya. Intan menyarankan pihak Gunadarma segera menangani kasus itu.

Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Sahat Farida Berlian juga menyayangkan kejadian tersebut. Menurut dia, kelakuan para mahasiswa Gunadarma dalam video itu tidak mencerminkan mahasiswa. Menurut dia, mahasiswa merupakan jenjang tertinggi dalam pendidikan. ’’Mahasiswa itu dipersiapkan untuk terjun ke masyarakat. Jadi, kalau ada kasus ini, sudah pasti sangat mengecewakan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos(Kendari Pos Group) Minggu(16/7).

Sesuai Permendiknas No 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusi, hak siswa berkebutuhan khusus untuk bersekolah dijamin. ’’Dengan kata lain, seluruh komunitas di dalam perguruan tinggi harus benar-benar memastikan siswa berkebutuhan khusus itu tidak mendapat diskriminasi,’’ ucap Sahat. Menurut dia, rektor dan dekan bertanggung jawab untuk selalu memperhatikan seluruh mahasiswanya. ’’Ya, pengawasannya itu langsung dari kementerian. Kejadian itu tanggung jawab rektor dan dekan,’’ ungkapnya.

Hafid Nasir yang juga anggota Komisi D DPRD Kota Depok menambahkan, pihak kampus harus cepat bergerak untuk mengambil sikap. Kemudian, dia meminta masyarakat tidak cepat mengambil kesimpulan atas kejadian itu. ’’Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan sampai pihak yang bertanggung jawab memberikan pernyataan,’’ paparnya. (wib/wan/bry/co1/ind)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top