Genap Berusia 49 Tahun, BPJS Kesehatan Target Universal Coverage – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Ekonomi & Bisnis

Genap Berusia 49 Tahun, BPJS Kesehatan Target Universal Coverage

Waode Sitti Febriani/Kendari Pos
Karyawan BPJS Kesehatan Cabang Kendari saat melayani warga metro, beberapa waktu lalu.

KENDARIPOS.CO.ID — Tepat di hari jadi ke 49, Sabtu (15/7) lalu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan semakin masif dalam mengejar target universal coverage. Pasalnya, tanpa jaminan kesehatan, biaya perawatan yang mahal jadi momok menakutkan dan masih banyak masyarakat yang belum paham bahwa peran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sangat penting dalam menangkis momok tersebut.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kendari, dr. Dina Diana Permata, AAK. menjelaskan, pada bulan Desember tahun 2018 nanti, target universal coverage sudah harus terpenuhi. Jadi, tepat di tanggal 1 Januari 2019 seluruh masyarakat Sultra khususnya dan penduduk Indonesia pada umumnya sudah berstatus sebagai peserta JKN-KIS.

“Target sesuai estimasi jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa. Jadi perjuangan kami masih panjang, masih banyak yang harus dikerjakan,” kata Dina.

Untuk itu, satu hal yang terus ia tekankan pada seluruh duta BPJS Kesehatan, demi mencapai hasil yang luar biasa tentu tidak bisa ditempuh dengan cara biasa. Menurutnya, harus ada inovasi dan improvisasi karena untuk mencapai hasil terbaik tidak dapat menggunakan cara lama tapi harus ada cara baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Sampai saat ini (di usia yang telah genap 49 tahun), sambung Dina, BPJS Kesehatan telah banyak mencetak pretasi. Pertama, selama 3 tahun berturut-turut menyandang predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Kedua, untuk laporan rutin ke staf kepresidenan BPJS Kesehatan selalu menperoleh raport hijau. Dan ketiga, hingga detik ini jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai angka 178 juta jiwa.

“Awalnya, dari sisi layanan, utamanya fasilitas kesehatan, memang masih banyak kami temukan keluhan dari peserta BPJS Kesehatan. Tapi secara bertahap sampai dengan tahun ini, keluhan mulai berkurang tidak seperti awal-awal bertransformasi,” tambahnya.

Seiring dengan terbitnya regulasi baru dari pemerintah, skema dan tata cara pendaftaran kini jauh lebih simpel dan untuk mengakses layanan juga lebih mudah. BPJS Kesehatan sejatinya adalah badan penyelenggara tunggal jaminan kesehatan nasional, untuk itu ia sangat berharap agar masyarakat dapat menikmati pelayanan terbaik dari BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan. “Supaya JKN-KIS dapat berkesinambungan sampai ke anak cucu kita,” tandas Dina. (feb/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top