Dedikasi Bripka Putu, Bhabinkamtibmas di Konsel Buka Kursus Bahasa Inggris Gratis untuk Seratusan Anak – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Konawe Selatan

Dedikasi Bripka Putu, Bhabinkamtibmas di Konsel Buka Kursus Bahasa Inggris Gratis untuk Seratusan Anak

Bripka Putu M Saputra, saat mengajar bahasa Inggris. Foto : Kamaluddin/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Banyak polisi hebat yang layak jadi panutan. Bripka Putu M Saputra adalah salah satunya. Anggota Bhabinkamtibmas di Desa Wuura Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) ini telah menunjukkan pengabdian luar biasa. Dia rela meluangkan waktunya yang terbatas dengan mengajar anak-anak di wilayah itu.

Kamaluddin, Konawe Selatan

Jarum di jam tangan Bripka Putu menunjukkan pukul 15.30 Wita. Dia baru saja pulang kantor. Namun, bapak satu anak ini tidak langsung pulang ke rumah. Seperti biasa, tiap hari Jumat, dia punya pekerjaan tambahan yakni memberi kursus bahasa Inggris kepada seratusan anak sekolah dasar (SD) di daerah itu.

Masih berseragam lengkap, tidak peduli lelah yang menghinggapinya, dia langsung menuju sebuah bangunan berukuran 6×8 meter yang menjadi tempat kursus berlangsung. Disana sudah menunggu puluhan anak-anak yang antusias belajar bahasa Inggris. “Selamat sore anak-anak,” ujar Bripka Putu membuka pertemuan sore itu, Jumat (14/7). Selanjutnya, dia menjelaskan tentang kata-kata bahasa Inggris beserta terjemahannya yang diikuti oleh seluruh murid.

Begitulah aktivitas Bripka Putu. Pagi hari dia masuk kantor. Sore harinya jadi guru untuk seratusan anak-anak. Kursus bahasa Inggris ini sudah dimulai pria kelahiran Landono 10 Mei 1984 itu sejak Februari lalu.
Supaya lebih keren kursus tersebut dia beri nama “Free English For Children Bhabinkamtibmas”. Pesertanya adalah anak-anak SD dari Desa Wuura hingga beberapa desa tetangga, seperti Desa Wonua Monapa, Rakawuta, Toluwonua dan bahkan ada dari Desa Lamooso, Kecamatan Angata.

Bripka Putu mengaku membuka kursus gratis terinspirasi oleh pengalaman pribadi. Dulu, dia selalu gagal melamar beberapa pekerjaan bergengsi hanya karena tidak bisa bahasa Inggris, khususnya TOEFL. Termasuk tes masuk Polri juga hampir kandas gara-gara tidak menguasai hal itu. “Saya tidak ingin, pengalaman ini terulang kepada anak-anak disini,” harapnya.

Tekad untuk membangun tempat kursus semakin kuat karena faktor putranya, Putu Dimas Wisnu yang juga sementara duduk di bangku SD di Desa Wuura. Kebetulan sang anak juga sudah diperhadapkan dengan bahasa Inggris. “Murid pertama adalah anak saya sendiri. Tepi karena dia jenuh belajar sendirian, akhirnya dipanggilah beberapa temannya untuk belajar bersama. Kemudian saya mendatangi sekolah mereka dan sampaikan kepada gurunya bahwa saya ingin membuka layanan kursus secara gratis. Tanpa membedakan, siapapun bisa ikut. Pihak sekolah saat itu respon baik. Akhirnya mereka memberikan kebebasan kepada siswa untuk ikut kursus,” bebernya.

1 of 3

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top