Tampar Anak, Aniaya Istri, Oknum PNS di Wakatobi Dipolisikan – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Tampar Anak, Aniaya Istri, Oknum PNS di Wakatobi Dipolisikan

Ilustrasi

KENDARIPOS. CO. ID — Salah seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemda Wakatobi, Haerudin terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pria 50 tahun tersebut dilaporkan oleh isterinya sendiri, Hj Ratnilam (42), Jum’at sore (14/7) atas dugaan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Menurut korban, kejadian tersebut bermula ketika dia bersama anaknya Wa Ode Fatihatul K mendatangi rumah milik suaminya di Lingkungan Bantea ll, Kelurahan Manda ll Kecamatan Wangi-Wangi Selatan. Kunjungan tersebut dengan maksud meminta STNK dan BPKB mobil dan akta kelahiran anak bungsunya untuk keperluan administrasi masuk sekolah.

Saat meminta kepada suaminya, pelaku bersikeras tidak menghendaki keinginan sang isteri. Bahkan langsung menampar anaknya sendiri yang saat itu sedang duduk di ruang tengah.

“Saya meminta STNK dan BPKB kendaraan kami dan akta kelahiran anak bungsu saya. Tapi, tiba-tiba dia (pelaku-red) langsung marah-marah dan meludahi hingga menampar anak saya yang sedang duduk-duduk di ruang tengah,” jelasnya ditemui usai menjalani BAP di ruang penyidik Polsek Wangi-Wangi Selatan.

Sementara itu, Kapolsek Wangi-Wangi Selatan, Ipda Juliman menuturkan, berdasarkan laporan korban, pihaknya langsung mengamankan tersangka. Kata Kapolsek adu mulut terjadi ketika pelaku tega menyebut anaknya sendiri dengan sebutan binatang dan menampar anaknya sendiri.  “Disitu suasana langsung memanas,” ucapnya.

Ipda Juliman, akibat penganiayaan korban mengalami Iuka robek pada bagian kepala depan, luka lebam pada bagian lengan dan luka Iebam pada kepala belakang.

Ipda Juliman melanjutkan atas kejadian tersebut, pelaku terancam Pasal 44 UU KDRT sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf (a)dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 15 juta rupiah sesuai UU RI Nomor 23 tahun 2004 penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Saat ini kasus tersebut tengah ditangani oleh pihak kepolisian.

Perlu diketahui, pelaku saat ini menduduki jabatan sebagai kepala bidang di instansi Polisi Pamong Praja Kabupaten Wakatobi. Pelaku dan korban diketahui tak tinggal lagi serumah selama setahun terakhir. (thy)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top